Pilkada DKI: Jokowi-Ahok Dihajar “Black Campaign” Berbau SARA

by
July 16th, 2012 at 11:40 am

Jakarta (CiriCara) - Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta putaran kedua masih jauh digelar. Namun, salah satu pasangan kandidat gubernur telah didera aksi jegal atau black campaign. Melalui Blackberry Messenger (BBM), beredar beberapa pesan berisi unsur-unsur berbau Suku, Agama, Ras, dan Antar-golongan (SARA) yang menjatuhkan pasangan Jokowi-Ahok.

Pesan-pesan yang beredar tersebut berisi informasi-informasi dengan unsur SARA tersebut beragam, namun umumnya mengangkat ide bahwa masyarakat muslim dihimbau untuk tidak memilih pemimpin yang non-muslim.

Berikut salah satu BBm yang beredar:

– ”INFO PENTING. . .! Jokowi berkata “Dia akan mempersempit ruang untuk perijinan mendirikan Pesantren tapi akan memperluas perijinan untuk mendirikan Gereja” ( ini janji dia klo menang dalam putaran 2 )
Ingat. ! umat Islam jgn tertipu dgn nama di dpn Jokowi “H”, H nya itu Handoko bukan Haji, & dia Mualaf sblm pencalonan..

BBC London td pagi mengupas: jkt akan membuka babak baru percaturan Politik kekuasaannya dg menyerahkan Kepemimpinannya pd Putera Turunan China, Jokowi Silisilahnya bernama Akwan, Ibu solo ayahnya Tionghoa. Ahok bpk-Ibunya asli Tionghoa Bangka, Fenomena kekalahan Foke-Nara menjadi Headline seluruh berita dunia, bahwa Pribumi mulai diragukan!, Akankah Indonesia akan menjadi Singapore ke 2 ? Dimana Ethnis Tiongha banyak menduduki posisi pemerintahan & mengendalikan kota-kota, dlm Pilpres mendatang. Partai baru Nasdem jg sedang menyiapkan Putera Tionghoa maju dlm Pilpres atau Cawapres. Pilkada jkt menjadi Momentum paling menentukan apakah Etnis Tiongha mampu menggeser Pribumi Asli ? ? ? Saatnya ummat islam merapatkan barisan,

HARAM HUKUMNYA SEORANG MUSLIM MEMILIH PEMIMPIN YG BUKAN DR GOLONGAN MUSLIM …. SESUAI DGN FIRMAN SURAT ALI IMRON AYAT 28 …

NB: JANGAN GADAIKAN AGAMA HANYA DEMI KPENTINGAN DUNIA …. !!”

Menanggapi pesan tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra–yang bersama PDIP mengusung pasangan Jokowi-Ahok – Ahmad Muzani menyatakan bahwa mereka tidak akan membalas kampanye hitam tersebut dengan hal serupa.

“Ini adalah sebuah kampanye hitam yang dibuat pada saat kepepet, kita tidak membalasnya dengan kampanye hitam juga,” ujar Muzani seperti dikutip dari Inilah.com.

Sementara, di tempat lain Jokowi tetap yakin bahwa masyarakat Jakarta sekarang lebih rasional dan cerdas. Mereka tidak mudah menerima atau termakan informasi-informasi begitu saja. (dd)

Comment di sini