Taksi Ferrari dan Porsche Ternyata Untuk Syuting

by
July 16th, 2012 at 5:02 pm

Jakarta (CiriCara.com) - Beberapa hari ini masyarakat kota Jakarta dibuat heboh dengan kemunculan taksi mewah Ferrari dan Porsche ala MM Cab yang mondar-mandir di jalan. Ternyata, taksi dengan armada mobil mewah ini dibuat untuk kepentingan syuting film saja.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan bahwa telah terjadi kesalahpahaman. Masyarakat Jakarta dibuat heboh beredarnya foto dan juga sliwerannya mobil taksi mewah berwarna kuning ini.

“Ternyata taksi mewah itu untuk syuting film, Kalau tidak salah syuting sinetron,” ungkapnya seperti dikutip dari Media Indonesia, Sabtu (14/7/2012) lalu. Pihak polisi juga sudah mencari informasi kepada kru pembuat film tersebut.

Sementara itu, Zubir Usman, selaku sang sutradara film berjudul “Indahnya Hidup” ini pun membenarkan bahwa taksi itu dikeluarkan untuk kepentingan syuting. Ia juga membenarkan kalau pihak polisi telah meminta keterangan kepada pihaknya.

“Terakhir tadi di JCC. Karena sudah menggemparkan dan di beberapa media dikatakan begitu terbuka pintu bayar Rp 100 ribu, pihak Dishub datang dan mencari tahu kebenarannya. Mereka memastikan tidak ada argo pada taksi-taksi Ferrari itu,” terang Zubir.

Zubir menjelaskan, saat ini ia terlibat syuting film dengan kedua taksi mewah itu judulnya adalah “Indahnya Hidup”. Film ini bercerita tentang seorang yang awalnya miskin namun akhirnya bisa membeli mobil Ferrari.

“Dia menjadikan mobilnya sebagai taksi agar masyarakat yang tidak punya juga bisa naik mobil Ferrari,” lanjut Zubir yang menceritakan sedikit sinopsis dari film yang tengah dibuatnya itu.

Namun, setelah diketahui bukan taksi untuk komersil, Kepala Dishub DKI, Udar Pristono mengungkapkan adanya pelanggaran dalam syuting tersebut. Setidaknya ada 3 pelanggaran yang dicatat oleh Dishub DKI terkait taksi mewah Ferrari dan Porsche itu.

Berikut pelanggaran dari taksi mewah Ferrari dan Porsche dikutip dari detikcom:

1. Ferrari dan Porsche itu memakai pelat kuning yang merupakan pelat untuk angkutan umum.
2. Pelat kuning yang digunakan di kedua mobil itu palsu.
3. Tidak ada izin dari Dishub saat mereka berkendara di jalan Jakarta dengan pelat kuning.

Namun, untuk saat ini pihak Dishub hanya memberikan peringatakan kepada pihak terkait. Pasalnya, sutradara film sudah menandatangani surat perjanjian tidak akan mengulangi kesalahan itu lagi. (YG)

Comment di sini