Selama Ramadhan PNS Bisa Pulang Lebih Cepat

by
July 17th, 2012 at 2:34 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Bulan suci Ramadhan memang selalu membawa keuntungan tersendiri untuk banyak orang, salah satunya pegawai negeri sipil (PNS). Pasalnya untuk bulan Ramadhan 1433 Hijriyah ini PNS DKI Jakarta bisa pulang lebih awal.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Budhiastuti menuturkan, selama bulan Ramadhan, pegawainya akan masuk kerja pukul 08.00 dan pulang 15.00 WIB atau 1,5 jam lebih sedikit dibanding jam kerja biasa. Hari biasa PNS masuk pukul 07.30 dan pulang 16.00 WIB.

Budhiastuti menuturkan peraturan tersebut sudah dijelaskan dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur No. 1073/2012, perihal Pengaturan Jam Kerja selama Bulan Suci Ramadhan 1433 Hijriyah. Jadi, peraturan tersebut akan selalu ada di setiap tahunnya.

“Dispensasi diberikan untuk memberikan kesempatan bagi pegawai muslim untuk menunaikan ibadah secara baik seimbang dengan pelaksanaan tugas sebagai abdi rakyat,” kata Budhiastuti di Balaikota, seperti dikutip dari Antara, Selasa (17/7/2012).

Khusus untuk hari Jumat, lanjut Budhiastuti, jam kerja PNS akan lebih lama 30 menit yaitu pulang pukul 15.30 WIB. Karena di hari Jumat, ada shalat Jumat yang pelaksanaannya cukup lama yakni, 30 menit lebih.

Pemotongan jam kerja tersebut tetap akan disesuaikan dengan sistem absensi elektronik. Tujuannya, untuk penghitungan besaran tunjangan kinerja daerah (TKD) yang akan didapat pegawai. Selain itu, peraturan khusus bulan Ramadhan juga akan menghilangkan jam istirahat pada hari Senin sampai Kamis.

Sementara untuk pegawai yang langsung berhubungan dengan pelayanan masyarakat akan dilakukan pengaturan jam kerja tersendiri. Tujuannya agar pegawai yang melayani masyarakat bisa bekerja dengan baik.

Budhiastuti menjelaskan, SK Gubernur mengenai jam kerja selama Ramadhan sudah dibagikan kepada semua stafnya. Dalam SK tersebut juga diatur waktu pelaksanaan shalat Dzuhur dan Jumat selama Ramadhan.

Budhiastuti juga meminta semua jajarannya untuk tidak bermalas-malasan dalam bekerja. Apalagi pihaknya sudah menyiapkan sanksi khusus untuk pegawai yang bermalas-malasan selama bulan Ramadhan.

“Bagi PNS yang bolos, mangkir dari tugas dan tanggung jawab atau kinerja tidak baik, akan dikenakan sanksi administrasi berupa teguran lisan, pemotongan TKD, penundaan kenaikan jabatan atau gaji hingga pemecetan,” tegasnya.

Pengaturan sanksi tersebut sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Selain itu Peraturan Gubernur (Pergub) DKI No 38 tahun 2011 tentang Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) juga siap memberikan sanksi kepada pegawai yang terlambat atau bolos kerja di bulan Ramadhan. (YG)

Comment di sini