Indonesia Tengah Merintis “Polisi” Internet Handal

by
July 18th, 2012 at 2:52 pm

Ilustrasi

Jakarta (CiriCara.com) – Saat ini tingkat keamanan internet di Indonesia masih sangat kurang. Demi meningkatkan keamanan internet, maka Indonesia akan segera membentuk “polisi” internet. Proyek ini akan melibatkan Institut Teknologi Bandung (ITB). Ingin bergabung?

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah menggandeng ITB untuk menjalankan proyek “polisi” internet di Indonesia. Kedua instansi ini akan memberikan pendidikan dunia cyber untuk mereka yang dianggap bisa dan mampu menjadi “polisi” internet.

Untuk saat ini ada 50 orang yang siap menjalani seleksi tahap awal. Mereka akan mendapatkan pendidikan yang keras agar mempunyai keahlian di bidang keamanan internet (cyber security) yang setara dengan tingkat dunia.

Yusep Rohmansyah selaku penanggung jawab program mengatakan bahwa, cyber security saat ini menjadi isu serius di banyak negara, termasuk Indonesia. Namun, Indonesia sangat kekurangan tenaga profesional di bidang internet sehingga sering mengalami kerugian besar.

“Itulah kenapa program ini dirancang,” kata Yusep, seperti dikutip dari Kompas.

Yusep yang juga merupakan dosen ITB menjelaskan, proyek cyber security Indonesia ini diprediksi akan selesai pada Juni 2014. Seleksi ini terbuka untuk umum, jadi semua orang yang ahli di bidang internet bisa segera bergabung.

“Seleksi ini terbuka untuk umum. Dosen dan mahasiswa ITB juga akan terlibat dalam beberapa bidang,” ujar Yusep di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Selasa (17/7/2012) kemarin.

Nantinya gedung pusat pelatihan cyber security akan dibangun di Kampus ITB. Di gedung ini, sebanyak 25 sarjana akan dilatih untuk mencapai tingkat dunia dalam keterampilan sistem keamanan internet (kriptografi dan teknik hacking). Sementara 25 orang yang merupakan staf senior bidang informasi akan dilatih sebagai konsultan atau petugas keamanan.

Peserta seleksi yang lolos akan langsung dilibatkan dalam proyek yang mencakup tiga modul di dalamnya. Modul itu antara lain, pembangunan pusat cyber security, pendidikan program cyber security, dan R & D program.

Untuk membangun gedung tersebut, pihak ITB akan bekerjasama dengan Kemdikbud. Nantinya Kemdikbud akan diminta untuk menyediakan lahan, pengirim peralatan, dan pekerjaan administrasi lainnya.

Menurut Yusep, demi menyediakan tenaga yang profesional pihaknya juga akan melakukan pelatihan di luar negeri. Untuk infrastruktur di dalam negeri ITB dan Kemdikbud telah siap berkoordinasi dengan pihak Korea Selatan.

“Pelatihan di luar negeri juga akan dilaksanakan, dan Pemerintah Korea akan membantu mengirimkan tenaga ahli untuk membuat rencana induk, desain arsitektur, dan saran teknis,” papar Yusep.

Biaya pengadaan proyek cyber security ini memakan dana mencapai 5,5 juta dollar AS. Namun tidak usah khawatir, pasalnya dana tersebut didapat dari sumbangan Korea International Cooperation Agency (KOICA). (YG)

Comment di sini