Pilkada DKI: Jika Nurut Mundur, Foke Menyalahi Konstitusi

by
July 18th, 2012 at 8:59 am

Jakarta (CiriCara.com) - Baru-baru ini Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo atau akrab disapa Foke diminta untuk mundur dari pencalonan dirinya di Pilkada DKI 2012. Pasalnya, hasil rekapitulasi suara Pilgub babak pertama menunjukkan bahwa Joko Widodo unggul di 5 wilayah.

Jika melihat hasil rekapitulasi tersebut, Foke memang tidak punya kesempatan untuk menang di Pilgub putaran kedua nanti. Namun, jika Foke mau menuruti wacana untuk mundur, maka ia telah melanggar konstitusi.

“Itu menyalahi konstitusi,” ujar Peneliti LIPI, Siti Zuhro, seperti dikutip dari detikcom, Selasa (17/7/2012) kemarin.

Menurut Siti, wacana Foke untuk mundur demi efisiensi anggaran sangatlah tidak tepat. Pasalnya di Pilgub putaran ke II animo masyarakat akan semakin tinggi. Dan bisa saja masyarakat yang semula memilih Cagub selain Foke dan Jokowi bisa berubah pikiran. Jadi, Pilkada DKI putaran kedua masih berpeluang untuk kedua calon terkuat tersebut.

Sebelumnya, anggota Dewan Pembina Gerindra, Martin Hutabarat mendesak Foke untuk mundur agar Pilgub DKI tidak perlu dilakukan dua kali. Menurutnya, penghematan anggaran kota Jakarta bisa dilakukan jika Foke mau berbesar hati mengundurkan diri.

“Memang kalau untuk menghemat ada baiknya juga dipertimbangkan Pak Fauzi Bowo (Foke) dengan besar hati mundur. Lebih terhormat bagi Pak Fauzi Bowo dan dikenang menjadi gubernur yang legowo,” kata Martin Hutabarat.

Martin yakin, perolehan suara Jokowi di Pilgub pertama cukup signifikan. Terbukti, dari hasil rekapitulasi Jokowi unggul di 5 wilayah. Itu artinya, dua per tiga rakyat Jakarta memberi penilaian bahwa Foke telah gagal. (YG)

Comment di sini