Terlalu Banyak Menonton TV Bikin Anak Punya Pinggang Besar dan Kebugaran yang Buruk

by
July 18th, 2012 at 10:18 am

CiriCara.com – Sebuah penelitian terbaru menunjukkan hubungan antara kebiasaan menonton TV dengan kebugaran pada anak-anak.

Riset yang dipublikasikan di International Journal of Nutrition Behavioral Nutrition and Physical Activity pada hari Minggu (15/7) menemukan bahwa anak-anak yang menghabiskan banyak waktu di depan TV atau layar sejak masih usia pra sekolah cenderung memiliki ukuran pinggang yang besar dan kebugaran yang lebih buruk pada saat mereka tumbuh.

Penelitian ini melibatkan 1.314 anak-anak Kanada. Peneliti mengukur lama mereka menonton TV saat berusia 29 hingga 53 bulan dan menguji kebugaran fisik mereka saat memasuki kelas 2 dan 4 untuk melihat apakah waktu menonton TV mereka memiliki dampak yang bisa diukur.

Waktu yang dihabiskan oleh responden ini biasanya 8,82 jam per minggu pada saat berusia 29 bulan dan 14,35 jam saat mereka berusia 53 bulan. Informasi perkiraan menonton TV ini diberikan oleh para orang tua.

Penelitian ini mengutip dari American Academy of Pediatrics yang merekomendasikan anak-anak untuk menonton TV paling banyak 2 jam sehari setelah berusia 2 tahun dan sesedikit mungkin sebelum mencapai usia ini.

Mereka yang menonton TV lebih banyak dari sesama peserta yang berusia 29 hingga 53 bulan memiliki hasil tes yang kurang baik pada kekuatan kaki saat berada di bangku kelas dua. Ukuran lingkar pinggang mereka juga meningkat secara signifikan, hingga 0.047 cm saat berada di kelas empat setiap kali terjadi kenaikan intensitas menonton TV saat masih berusia 29 bulan dan 53 bulan. Ini berarti ada peningkatan ukuran pinggang rata-rata pada setiap partisipan hingga 0,41 cm saat lingkar pinggang diukur.

Saat tes Jump Standing Long dilakukan, siswa kelas dua tertinggal 0,361 cm untuk setiap jam yang mereka habiskan menonton TV tiap minggunya saat berusia 29 bulan. Untuk waktu menonton TV yang ditambah tiap jamnya, mereka akan kehilangan 0,285 cm.

Penelitian ini menambahkan bahwa kekuatan kaki pada anak-anak juga lingkar pinggang mereka dapat memberikan efek jangka panjang pada kesehatan. Secara khusus lemak anak dan dewasa di Intra-abdomen diukur dengan lingkar pinggang secara independen untuk memprediksi kesehatan jantung, perkembangan metabolisme dan resistensi insulin. Kekuatan kaki berhubungan dengan kebugaran otot yang berpengaruh terhadap nyeri punggung, kesehatan kardiovaskular yang lebih baik dan juga tingkat mortalitas yang menurun.

Menonton TV dapat memicu kebiasaan lain seperti mengudap makanan sambil menonton yang akhirnya membuat berat badan meningkat. Peneliti juga mengatakan bahwa anak-anak yang menonton iklan makanan cepat saji menjadi lebih menyukai makanan yang tidak sehat.

Penelitian lain menunjukkan efek buruk menonton TV pada anak usia pra sekolah seperti yang dimuat Huffington Post di bulan Juni:

Anak-anak cenderung merasa diri mereka buruk setelah melihat berbagai hal di TV. Mereka juga akan memiliki pandangan yang berbeda pada diri sendiri khususnya pada anak perempuan putih dan anak laki-laki yang hitam. Anak lelaki yang berkulit putih akan merasa beruntung karena TV meningkatkan kepercayaan diri mereka.

Walaupun TV juga memilik fungsi yang baik, dr. Caroline Fitzpatrick mengatakan bahwa TV adalah sebuah cara untuk merubah gaya hidup. Orang-orang perlu lebih waspada karena balita yang memiliki kebiasaan menonton TV dapat mempengaruhi kesehatan mereka. (GT)

Huffington Post

Comment di sini