Yakin Semua Uang Suami Diberikan Kepada Istri?

by
July 18th, 2012 at 2:36 pm

CiriCara.com - Dalam keluarga, masalah uang bisa menjadi pemicu konflik berkepanjangan. Sepasang suami-istri yang baru menikah harus memperhitungkan hal ini apabila ingin bahtera rumah tangga tetap berlayar hingga ujung samudera.

Bicarakanlah masalah keuangan secara jujur dan terbuka dengan akal sehat dan hati ikhlas. Dalam sebagian besar rumah tangga, istri sering bertugas sebagai pengatur keuangan. Sementara itu, suami mempunyai fungsi pokok mencari nafkah.

Nafkah yang dihasilkan selama sebulan biasanya diberikan semuanya bagi istri untuk kemudian diatur dalam pos-pos tertentu agar bisa memenuhi kebutuhan keluarga.

Metode ini merupakan favorit banyak rumah tangga di Indonesia.

Tetapi, dengan pola pengaturan seperti ini, suami memiliki dana terbatas untuk kebutuhan pribadi. Apabila sewaktu-waktu ada acara/peristiwa mendadak yang memerlukan biaya, bisa jadi suami kelabakan karena sedang tidak memegang uang.

Memang, sebagai kepala rumah tangga, suami berkewajiban menafkahi keluarga, baik istri maupun anak. Namun, ketika semua nafkah diberikan kepada istri yang dipercaya untuk mengatur keuangan, apakah tindakan itu sudah bijaksana?

Pertama-tama, sebelum menganut pola pengaturan keuangan semacam ini, diskusikan soal kemampuan masing-masing dalam hal pengelolaan finansial.

Pola pikir bahwa laki-laki harus mencari uang dan istri adalah ahlimya masalah keuangan harus dibuang jauh-jauh. Kita harus saling terbuka, mengakui apakah benar mampu menjalankan tugas yang diberikan pasangan dengan lancar.

Jika istri sudah yakin sanggup mengelola keuangan dan suami pun setuju, maka jangan ragu lagi untuk menjalankan pola tersebut.

Dua faktor penting yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan keuangan diatur istri antara lain adalah sifat  dan kondisi istri sendiri. Tidak semua istri pengatur keuangan merupakan ibu rumah tangga. Banyak juga yang merupakan wanita karier.

Dalam hal ini, istri juga berperan sebagai pemberi nafkah keluarga. Apabila keluarga kita dalam kondisi seperti ini, ada baiknya suami tidak memberikan seluruh uang hasil memeras keringat kepada istri.

Keputusan ini untuk menghindari kejadian yang sudah disebutkan sebelumnya ketika suami tiba-tiba memerlukan uang, sementara sang istri tidak terjangkau.

Sifat istri pun juga perlu diperhatikan. Tidak dapat dipungkiri, wanita amat doyan belanja, meskipun banyak pula pria yang rajin ke pusat perbelanjaan setiap akhir pekan untuk memenuhi hasrat belanja.

Apabila istri termasuk orang yang memiliki sifat ini, maka perlu ditinjau ulang rencana pengaturan keuangan seperti ini.  Suami yang mendapat kepercayaan memiliki tabungan  sendiri pun tidak boleh sembarangan dalam menggunakan dana untuk keperluan pribadi yang justru merugikan keluarga. Suami harus bijaksana dalam mengatur keuangan demi masa depan keluarga.

Suami dan istri harus memiliki waktu luang untuk duduk bersama dan membicarakan masalah keuangan secara transparan. Jadi, komunikasi terbuka amat diperlukan agar roda keuangan bisa berjalan dengan lancar.

Sudah siap merencakan keuangan keluarga kamu? (hp)

Comment di sini