4 Jenis Makanan yang Dilarang, Jika Tidak Ingin Terkena Stroke

by

CiriCara.com – Penyakit paling sering menyerang manusia secara tiba-tiba sekarang ini adalah stroke. Semakin banyak orang yang menjadi korbannya. Penyakit ini memang datang secara tiba-tiba, tapi, bukan berarti tidak dapat dicegah.

Setelah Anda mengetahui gejala-gejala penyakit stroke, Anda juga perlu tahu makanan apa saja yang dapat memicu munculnya gejala penyakit tersebut.

Berikut ini ada beberapa jenis makanan yang harus dihindari jika tidak ingin terkena serangan stroke mendadak.

1. Daging olahan

Daging olahan seperti smoked beef, makanan kalengan, dan chicken nugget sudah pasti menggunakan bahan pengawet. Bahan pengawet yang digunakan pada daging tersebut bisa memicu penyempitan pembuluh darah arteri. Jika pembuluh darah semakin sempit maka aliran darah menjadi tersumbat, dan itulah yang mengakibatkan gejala stroke muncul. Hal yang sama juga akan muncul jika Anda terlalu banyak mengonsumsi makanan kalengan dan dried food.

Jika Anda adalah orang yang gemar mengonsumsi daging olahan, makanan kaleng ataupun dried food, maka sekarang saatnya untuk mengganti daging olahan dengan ikan segar atau daging segar yang baru dibeli dari pasar.

2. Daging merah

Akan tetapi, terlalu banyak mengonsumsi daging merah, seperti daging sapi, ayam dan babi juga dapat memicu datangnya gejala penyakit stroke. Hal tersebut dikarenakan daging-daging itu memiliki zat merah darah atau hemoglobin yang tinggi, sehingga dapat menyebabkan pengentalan darah.

Selain itu, jika terlalu banyak mengonsumsi jenis daging-daging merah, tubuh akan kesulitan mengolah lemak protein yang diterima. Lemak-lemak protein yang tidak dapat diolah tubuh itu akan tertimbun di dalam dinding-dinding pembuluh darah.

Dampaknya, pembuluh darah pun akan menyempit dan menghambat aliran darah ke otak. Oleh sebab itu, para ahli gizi dan kesehatan tidak menganjurkan untuk mengonsumsi daging merah setiap hari.

3. Camilan-camilan

Jika Anda berpikir kalau makanan ringan seperti biskuit, donut, keripik kentang, dsb, tidak akan memicu serangan penyakit stroke, maka Anda salah besar. Camilan-camilan tersebut meski disebut sebagai makanan ringan, justru memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi. Penyebabnya adalah sebagian besar makanan ini diolah dengan cara digoreng atau dibakar.

Makanan seperti ini meningkatkan kolestrol jahat dalam darah. Sebuah penelitian di Carolina Utara menyatakan bahwa orang yang mengonsumsi 7 gr lemak dari camilan seperti di atas, memiliki 30% risiko terkena stroke dibandingkan orang yang hanya mengonsumsi 1 gr lemak dari camilan tersebut.

4. Minuman soda

Minuman bersoda sudah terbukti bukanlah minuman yang layak diminum. Minuman berkarbonasi ini hanya memberikan dampak buruk bagi tubuh dan tidak mengandung vitamin sama sekali.

Meski para peneliti belum dapat menemukan hubungan antara minum minuman soda dan meningkatnya risiko terserang penyakit stroke, namun para ahli kesehatan dan gizi menekankan para pasiennya untuk berhenti mengonsumsi minuman soda jika ingin terhindar dari penyakit stroke.

Itulah keempat makanan dan minuman yang dapat memicu risiko terkena penyakit stroke.
Jadi, setelah mengetahui makanan apa saja yang dapat memicu penyakit stroke, maka Anda harus berhati-hati dalam memilih makanan yang ingin dikonsumsi.

(YK)

Yahoo


comments powered by Disqus