Inilah Hal-hal yang Membatalkan Puasa Ramadhan

by
July 20th, 2012 at 8:47 am

CiriCara.com – Pemerintah melalui Kementerian Agama Kamis (19/7/2012) malam telah memutuskan 1 Ramadhan 1433 Hijriyah/2012 Masehi jatuh pada Sabtu (21/7/2012) besok. Sudah siapkah Anda untuk menjalankan ibadah puasa?

Agar ibadah puasa Anda bisa sempurna dan tidak batal, sebaiknya kenali dulu hal-hal yang membatalkan puasa. Setelah mengetahui hal-hal ini Anda bisa belajar dan mengajari anak berpuasa dengan baik dan benar.

Berikut hal-hal yang membatalkan puasa:

1. Makan dan minum

Sudah jelas, hal pertama yang membatalkan puasa adalah makan dan minum. Tapi, jika Anda makan atau minum di hari puasa karena lupa, itu tidak apa-apa. Asalkan jangan disengaja untuk lupa dan segeralah berkumur sampai bersih setelah Anda ingat sedang berpuasa.

2. Muntah karena disengaja

Muntah saat menjalankan ibadah puasa tidak akan membatalkannya. Tapi, jika muntah itu disengaja maka puasa akan batal. Sesuai dengan hadist Nabi Muhammad SAW; “Barangsiapa yang muntah tanpa sengaja maka tidak wajib qadha (mengganti puasa), sedang barangsiapa yang muntah dengan sengaja maka wajib qadha.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan At-Tirmidzi).

3. Memasukan sesuatu ke dalam tubuh

Puasa Ramadhan Anda akan batal jika memasukan suatu benda kedalam tubuh. Salah satunya seperti suntikan yang mengenyangkan dan transfusi darah. Utamanya adalah makanan dan minuman. Jika Anda melakukan hal tersebut saat berpuasa, maka puasa yang dijalani batal.

4. Jima’ (bersenggama)

Bagi suami-istri yang bersenggama di malam hari di bulan Ramadhan, itu tidak apa-apa. Tapi, jika suami-istri bersenggama di waktu siang hari dan saat menjalankan ibadah puasa, maka puasanya akan batal.

5. Keluarnya air mani

Keluarnya air mani karena disengaja, baik karena onani, bersentuhan, ciuman atau video porno dan sebab sengaja lainnya, maka puasa dinyatakan batal. Tapi, jika keluar mani itu karena mimpi basah (tidak disengaja) maka puasa tidak batal, asalkan setelahnya langsung membersihkan diri dengan ‘mandi besar’ (junub).

6. Keluarnya darah haid dan nifas

Semua wanita muslim yang mendapati darah haid (menstruasi), atau nifas saat berpuasa, maka batallah puasanya, baik pada pagi hari atau sore hari sebelum terbenam matahari. Seorang wanita boleh berpuasa lagi setelah masa menstruasinya selesai.

7. Murtad (Keluar) dari Islam

Murtad dari Islam adalah perbuatan yang paling dilarang dan bisa menghapus semua amal kebaikan yang pernah dilakukan. Firman Allah SWT, “Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (SQ. Al-An’am: 88).

Selain ada hal yang membatalkan, ada juga hal yang makruh untuk puasa. Hal yang makruh dilakukan saat puasa adalah mencicipi masakan berlebihan, berkumur berlebihan, dan melakukan hal yang negatif lainnya. Hal yang makruh tidak membatalkan puasa, tapi mengurangi pahala puasa yang dijalankan.

Jika puasa Ramadhan Anda batal, maka diwajibkan untuk menggantinya di bulan lain. Selain mengganti dengan berpuasa, Anda juga bisa mengganti puasa dengan denda (khusus Ibu hamil). Selama masih mampu dan sanggup, maka beribadah puasalah Anda dengan baik. (YG)

Comment di sini