Miris! Ibu Kandung Balotelli Hidup Menderita di Manchester

by
July 20th, 2012 at 9:27 am

Daily Mail

Manchester (CiriCara.com) - Di usianya yang ke-22 tahun ini, pesepakbola berbakat Mario Balotelli hidup bergelimang harta dengan bayaran 120 ribu pounds atau sekitar Rp 1,7 miliar per pekan. Namun, ibu kandung yang bertaruh nyawa ketika melahirkannya hidup menderita sebagai pembersih suatu kantor di Manchester dengan gaji hanya 6 pounds atau kira-kira Rp 89 ribu per pekan.

Ibu kandung Balotelli, Rose Barwuah, tinggal di sebuah rumah sederhana di Wythenshawe, Manchester. Ia berangkat bekerja dengan menggunakan bus setiap hari sementara anaknya gemar mengebut dengan kendaraan super mewahnya.

Rose hijrah ke Inggris dari Italia pada Desember 2011 agar bisa tinggal berdekatan dengan Balotelli. Seperti dikabarkan Mirror, Balotelli sempat terlihat beberapa kali berkunjung ke rumah ibundanya dan bertemu dengan sang adik perempuan yang juga turut berimigrasi ke Manchester.

Seorang sumber Mirror mengatakan mobil Bentley Continental GT milik Balotelli kadang terlihat terparkir di halaman murah Rose. Namun, Rose tampaknya tidak menginginkan harta anak kandungnya tersebut. Sumber tersebut mengatakan Rose tak ingin pindah rumah karena ia telah betah di sana.

Mario Balotelli merupakan pemain sepakbola keturunan Ghana yang diasuh oleh orangtua angkat berkewarganegaraan Italia. Ia terlahir di Palermo, Italia, pada 12 Agustus 1990 dengan nama Mario Barwuah. Orangtua kandungnya adalah Thomas dan Rose Barwuah, pasangan imigran asal Ghana.

Setelah lahir, keluarga ini pindah ke Brescia. Balotelli sering sakit-sakitan ketika masih balita. Tercatat ia telah dioperasi beberapa kali sebelum akhirnya kondisi kesehatannya beranjak membaik pada 1992.

Oleh karena kondisi keuangan yang memburuk, pasangan Thomas-Rose menyerahkan Balotelli ke keluarga kaya raya ketika ia berusia 3 tahun. Francesco dan Silvia Balotelli mengasuhnya di rumah yang besar di Concesio, Brescia, hingga ia tumbuh besar.

Ketika Balotelli mulai terkenal sebagai pemain sepakbola bertalenta yang diincar klub-klub besar dunia, orangtua kandungnya berusaha mendapatkan ia kembali. Namun, Balotelli menolak untuk kembali. Hubungan mereka dikabarkan tidak begitu baik karena Balotelli kecewa akan keputusan orangtua kandungnya saat menyerahkannya ke orang lain untuk diambil sebagai anak angkat.

Pada 13 Agustus 2008, Balotelli yang berhak menentukan kewarganegaraan karena telah berusia 18 tahun mengakui akan menjadikan Italia sebagai tanah airnya.

“Aku akan terus bermain dengan tim nasional Italia,” ungkapnya. (hp)

Comment di sini