Muslim Timur Tengah Berpuasa Hadapi Panas Ekstrem

by
July 23rd, 2012 at 9:31 am

Igor Kisselev/Getty Image

Jakarta (CiriCara.com)  - Dalam menjalani ibadah puasa tahun 2012 atau Ramadhan 1434 H ini, umat muslim di negara-negara kawasan Timur Tengah kini sedang mendapatkan cobaan yang sangat berat. Mereka menjalani siang yang terpanjang dan terpanas selama beberapa dekade terakhir.

Dari Maroko hingga Afganistan, kawasan tersebut didera panas yang mencapai rata-rata 40 derajat Celcius. Hal tersebut membuat mereka menjalani puasa yang sangat berat, terutama di beberapa kawasan yang sedang mengalami konflik seperti Irak, Pakistan, serta daerah Gaza. Untuk menghadapi musim panas tersebut, pemerintah di masing-masing negara pun mengambil kebijakan-kebijakan tersendiri.

Pemerintah Pakistan berjanji akan mengurangi pemadaman listrik agar warganya bisa tetap menyalakan mesin pendingin mereka. Selain itu, para pegawai negeri di negara dengan ibu kota Islamabad tersebut juga diperbolehkan untuk pulang kerja lebih awal. Sedangkan bagi karyawan swasta atau buruh, mereka tetap harus bekerja seperti biasa.

“Tidak ada pilihan, kami memang harus menghadapi panas ini,” ujar Jalal Qandil seperti dikutip dari Tempo. Ia merupakan seorang buruh bangunan di Gaza. Demi istri dan lima anaknya, ia tetap bekerja di tengah panas yang luar biasa. Pria berusia 38 tahun tersebut juga menambahkan bahwa beberapa pekerja mengaku terpaksa untuk tidak berpuasa dan berpendapat bahwa Tuhan mengerti alasan mereka tidak berpuasa.

Sementara itu, para pemuka agama di Uni Emirat Arab mengizinkan para pegawai untuk berhenti bekerja jika suhu mencapai 50 derajat Celcius. Di tempat lain, durasi waktu siang yang lebih panjang memberi efek khusus bagi masyarakat. Di Maroko, warga setempat dengan terpaksa mengatur ulang jam mereka agar percaya bahwa waktu berbuka puasa telah tiba. Pasalnya, tentu akan terasa sangat janggal jika mereka harus berbuka puasa sementara suasana di luar masih begitu terang, atau terlalu siang.

Dalam kondisi seperti ini, banyak sukarelawan yang menggelar acara bakti sosial. Para sukarelawan tersebut berasal dari organisasi-organisasi nirlaba internasional seperti Organisasi Internasional Kristiani dan Yahudi. Mereka membagi-bagikan ribuan kupon makanan secara gratis kepada ribuan keluarga di Arab. (dd)

Comment di sini