Sajian Spesial Ramadhan: Permen Buatan Tangan “Sticky”

Jakarta (CiriCara.com)Sajian lebaran sudah banyak ditawarkan di berbagai toko makanan. Mereka yang merayakan hari besar ini juga mulai mempersiapkan sajian apa saja yang dihidangkan. Makanan ringan juga menjadi kudapan yang dicari, mulai dari nastar nanas, nastar keju, kue putri salju hingga beragam permen untuk memanjakan anak-anak dan para tamu.

Sticky, permen yang dibuat dengan tangan ini menjadi incaran para ibu, anak-anak, hingga mereka yang berusia dewasa. Permen yang satu ini memang unik karena memiliki bentuk yang lebih menarik. Para pelanggan pun dapat memesan bentuk apakah yang mereka inginkan.

Gerai Sticky pun berbeda dengan permen pada umumnya. Di gerai mereka, para pengunjung dapat melihat langsung cara pembuatan permen ini. Mulai dari bahan dasar hingga menjadi sebuah permen yang berbentuk unik.

Managing Director Gading Food Group, Henky Rusli, mengatakan bahwa sticky dapat disebut sebagai paduan antara seni kerajinan tangan, pahat, memasak, dan hiburan. Di momen spesial ini, Sticky Indonesia menghadirkan permen dengan nuansa bulan Ramadhan. Permen ini didesain dengan bentuk ketupat dan bertuliskan ucapan hari raya Idul Fitri, seperti “selamat hari raya”, “maaf lahir bathin”, dan “Idul Fitri 1433″.

Henky, pemegang lisensi Sticky Indonesia juga mengatakan bahwa permen ini juga bisa menjadi alternatif kudapan untuk berbuka puasa.

Sticky menjadi lebih istimewa dibanding permen lain karena pembuatan permen ini bisa dilihat di dapur terbuka yang dilapisi kaca. Dapur seperti ini tampak seperti sebuah panggung pertunjukan yang sengaja digelar untuk mempertontonkan pembuatan permen Sticky. Bongkahan gula dimasak dan dibentuk langsung dihadapan para peminat di atas wajan datar dengan luas 6 meter. Interiornya pun didesain dengan warna pink sehingga terkesan ramai dan ceria ditambah lagi dengan berbagai hiasan yang terbuat dari Sticky.

Sticky menghadirkan permen Rock Candy dan juga lollipop buatan tangan. Permen ini memiliki 70 aneka ukuran dan rasa. Produk ini adalah produk unggulan perusahaan yang dapat dipesan dengan berbagai rasa, bentuk, tulisan, dan ukuran. Harga permen ini pun bervariasi dari 15 ribu Rupiah hingga 79 ribu Rupiah. Harga yang dipatok berdasarkan pada kerumitan dan jumlah permen yang dipesan.

Permen yang dibuat dengan tangan ini pertama kali muncul di “The Rocks” Sydney, Australia. Permen ini dibuat oleh pria bernama David King atau Dave pada tahun 2001 lalu. Akhirnya negara-negara lain pun berminat membuka gerai Sticky seperti Malaysia, Indonesia, Singapura, dan Hong Kong. (GT)


comments powered by Disqus