Perubahan Otak yang Terjadi Saat Puasa

by
July 24th, 2012 at 10:52 am

Ilustrasi

CiriCara.com – Saat bulan puasa, pola makan umat Muslim menjdi berbeda dari hari-hari biasanya. Hal ini tentu saja mengakibatkan perubahan pada sistem pencernaan sampai otak. Pencernaan saat bulan puasa jelas akan mengalami perubahan pola makan. Tapi apa perubahan otak saat puasa?

Otak akan lebih mudah mengirimkan sinyal lapar dari biasanya. Ini dipicu karena selama puasa, ada pelepasan hormon yang mengganggu cara tubuh dalam perubahan makanan menjadi energi. Ketika itu terjadi, jumlah mitokondria dalam neuron otak (yang mengirim sinyal lapar) akan meningkat. Jadi, puasa bisa meningkatkan nafsu makan seseorang.

Karena hal itulah, banyak umat Muslim yang makan lebih banyak dari hari biasanya saat berbuka puasa. Itulah hasil penelitian yang diungkapkan dalam studi oleh ilmuwan di Tale University School of Medicine.

Selain itu, puasa juga punya manfaat tersendiri untuk kesehatan otak. Seperti yang diungkap sebuah studi yang dilakukan National Institute on Aging, perubahan selang waktu makan (buka dan sahur) dapat melindungi otak dari penyakit seperti Alzheimer dan Parkinson.

Menurut peneliti, pembatasan diet (puasa) dapat merangsang produksi neuron baru dari sel induk (neurogenesis) yang dapat meningkatkan plastisitas sinaptik. Peningkatan plastisitas sinaptik ini bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan otak dalam melawan penuaan dan memulihkan cedera fingsi lanjutan.

Oleh karena itu, meningkatkan jarak waktu untuk makan dengan cara berpuasa dapat bermanfaat untuk otak. Selain itu, puasa yang benar juga bisa meningkatkan kesegaran tubuh agar lebih sehat.

Kenapa kebanyakan orang di bulan puasa selalu mengantuk?

Selain karena makan sahur pada dini hari, rasa mengantuk saat puasa juga bisa disebabkan karena perubahan dalam otak. Saat puasa, tingkat gula darah dalam tubuh rendah dan akan mengunci otak ke dalam tahapan tidur nyenyak.

Tidak usah khawatir, karena sebenarnya kualitas tidur saat puasa itu lebih baik dari kualitas tidur saat hari biasa. Ini sebabnya dua jam tidur selama bulan Ramadan lebih memuaskan dan menyegarkan dibandingkan tidur di hari biasa (tidak puasa). Itu artinya, puasa bisa meningkatkan kualitas tidur seorang muslim. (YG)

Comment di sini