Keberadaan Penulis Skandal Lapindo Masih Misterius

by
July 25th, 2012 at 2:42 pm

PelitaOnline/TJS

Surabaya (CiriCara.com) – Sudah sebulan lebih, keberadaan penulis buku ‘skandal Lipindo’, Ali Azhar masih belum diketahui. Kordinator Komisi Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) Jawa Timur, Andy Irfan mendesak kepolisian untuk melakukan penyidikan.

Demi menghindari terjadinya hal negatif pada Ali Azhar, penulis buku “Lapindo File: Konspirasi SBY-Bakrie”, Andy Irfan meminta polisi segera untuk melakukan penyidikan. Sementara itu, pihak keluarga Ali Azhar sendiri belum melaporkan kasus ini kepada polisi.

“Ini sebagai tanggung jawab moral serta proteksi dini untuk mencegah terjadinya tindakan yang dapat merugikan Ali Azhar Akbar,” kata Andy di Surabaya, seperti dikutip dari Tempo.

Berdasarkan laporan pihak Kontras, Ali disebutkan sempat bertemu pengacaranya yang bernama M. Taufik Budiman pada 15 Juni lalu, saat sidang pengajuan berkas di Mahkamah Konstitusi. Saat itu, Ali menuturkan bahwa dirinya sempat mendapat teror dari pesan pendek (SMS).

“Anda harus bertanggung jawab terhadap korban lumpur atas tulisan-tulisan Anda. Saya tunggu di Bandung,” isi pesan pendek ancaman yang dituturkan Ali Azhar kepada Direktur Indopetro Publising, Kusairi.

Sedangkan Taufik selaku pengacaran Ali mengaku terakhir menjalin komunikasi dengan Ali pada 19 Juni 2012. Saat dihubungi, Ali mengaku sedang menuju ke Bandung untuk menghadiri launching bukunya di kampus ITB yang dilaksanakan pada 22 Juni 2012.

Namun, pada dua hari menjelang launching, yaitu 20 Juni 2012, Ali sudah tidak bisa dihubungi pengacaranya. Ali juga tidak menghadiri acara launching bukunya yang berjudul “Lapindo File: Konspirasi SBY-Bakrie”. Launching itu sendiri rencananya digelar di beberapa kota yakni, Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Medan, Makassar, dan Surabaya.

Sementara itu, kawan dekat Ali, Zulkifli S. Ekomei mengatakan sebelum hilang kontak Ali sempat bercerita mengenai bedah buku di Yogyakarta. Ali bercerita bahwa di sana sempat ada beberapa orang bernada keras menyikapi tulisannya itu.

“Ada potensi besar Ali dihilangkan. Karena itu kami meminta agar keluarga Ali segera memberi keterangan tentang isu yang telah mengkhawatirkan ini,” ujar Andy.

Dalam buku “Lapindo File: Konspirasi SBY-Bakrie”, Ali mengungkapkan sejumlah fakta mengenai semburan lumpur Lapindo. Ia mengungkapkan adanya kejanggalan mengenai lumpur lapindo yang disebut sebagai bencana alam.

Padahal, berdasarkan penelitiannya lumpur Lapindo disebabkan karena kesalahan dari kegiatan pengeboran oleh Lapindo Brantas Incorporated (LBI). Ia menjelaskan bahwa pemerintah tidak diwajibkan untuk membayar ganti rugi karena sebenarnya pihak Lapindo Brantas lah yang bersalah.

Lalu dimana Ali Azhar sekarang? Itu semua masih menjadi misteri. (YG)

Comment di sini