Seorang Akuntan Bangkrut, Makan Hanya Satu Kali Sehari

by
July 25th, 2012 at 11:46 am

Daily Mail

Sandhurst (CiriCara.com)Seorang akuntan andal di Sandhurst, Berkshire, Inggris mengalami masa-masa kejatuhannya. Dia adalah Colin Timpson, seorang kepala keluarga sekaligus ayah dari 2 orang putra, yang sedang mengalami depresi akibat resesi yang menyebabkan dirinya kehilangan pekerjaan dengan penghasilan 70.000 poundsterling (Rp 1 milyar) setiap tahunnya.

Keluarga Timpson dulunya adalah keluarga terpandang dengan gaya hidup yang mewah. Mereka selalu pergi makan di restoran mewah, melakukan liburan keluarga 2x dalam setahun, dll. Kini, mereka tidak pernah berpikir kalau keadaan bisa berubah drastis seperti yang dialami sekarang ini.

Colin merupakan seorang akuntan andal yang bekerja pada perusahaan White Clover Group dengan kontrak 3 tahun. Kemudian, pada 2009 lalu, dia harus kehilangan pekerjaannya itu, karena menjadi korban resesi. Awalnya, dia sempat berpikir kalau dirinya akan mudah mendapatkan pekerjaan lain dengan kualitas dan pengalaman yang sudah dimilikinya.

Nyatanya, setelah mengirim lamaran pekerjaan pada 100 lowongan dalam 2 bulan, Colin sama sekali tidak mendapatkan pekerjaan pengganti. Hingga sekarang ini, Colin tercatat sudah melamar pada 200 lowongan pekerjaan yang berbeda, termasuk untuk menjadi sopir truk, tapi tetap tidak membuahkan hasil.

Dia dan sang istri yang berasal dari Polandia mulai berpikir bahwa ini adalah masa-masa yang sulit bagi keluarganya, sebab mereka harus menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi keuangan seperti sekarang ini.

Penghasilan awalnya yang mencapai 4.000 poundsterling setiap bulannya atau sekitar 60 juta rupiah membuatnya hidup mewah, kini keluarganya harus bertahan hidup hanya dengan penghasilan sebesar 900 poundsterling (13 juta rupiah) yang didapat dari pekerjaan sementara Colin.

Sang istri yang bernama Ania (35) kini juga berusaha mencari pekerjaan untuk dapat membantu suaminya, memenuhi biaya sekolah kedua anak mereka.

Sebagai orang tua dari 2 anak yang sudah beranjak remaja, yaitu Matthew (15) dan Sebastian (11), tentu mereka harus memikirkan perkembangan anak-anaknya.

Hal ini membuat mereka memutuskan untuk mencukupkan diri hanya dengan makan 1 hari sekali, agar mereka menyimpan cukup uang untuk kebutuhan makan anak-anaknya setiap hari dan kebutuhan harian lainnya.

Perlu Anda garis-bawahi bahwa biaya hidup di Inggris sangat tinggi jika dibandingkan biaya hidup di Indonesia. Jadi tidak heran, jika sepertinya penghasilan Colin masih dalam nominal belasan juta dalam kurs rupiah, tapi mereka sangat kesulitan mengatasi biaya pengeluaran sehari-harinya, sampai harus menjual kedua mobil mewahnya dan makan satu kali dalam sehari.

Pelajaran yang dapat diambil dari kisah kehidupan keluarga Timpson adalah jika Anda sedang berada dalam keadaan baik atau pun buruk, Anda harus selalu siapkan hati untuk menerima keadaan yang paling baik atau keadaan yang paling buruk sekalipun.

Tujuannya adalah ketika hal buruk itu datang, maka Anda sudah tidak kesulitan untuk menyesuaikan diri atau sampai harus mengalami depresi, sedangkan jika hal baik itu datang, Anda tidak lupa daratan dan menjadi sombong.

(YK)

Daily Mail

Comment di sini