Gawat! Berbuka dengan yang Manis Tak Baik Bagi Kesehatan

by
July 26th, 2012 at 4:41 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Slogan berbukalah dengan yang manis seringkali didengungkan di mana-mana. Tak jarang orang yang menganggap bahwa berbuka dengan sesuatu yang manis adalah sunnah nabi. Anjuran ini banyak disalah artikan sehingga berdampak pada kesehatan.

Sebuah riwayat menceritakan bahwa Rasulullah buka puasa dengan memakan rutab atau kurma yang lembek sebelum melaksanakan salat maghrib. Apabila rutab tidak ada, maka nabi berbuka dengan kurma kering atau tamr. Kalau kedua makanan itu tidak ada, nabi hanya akan meminum air saja.

Dari sini akhirnya muncul sebuah anggapan bahwa makanan yang manis sama dengan kurma. Ahli gizi dari Banjarmasin, Pramono, mengatakan bahwa kedua jenis makanan itu tidak sama.

Kurma memang makanan manis namun kurma termasuk dalam makanan dengan karbohidrat kompleks (complex carbohydrat). Makanan dan minuman manis yang menggunakan gula termasuk kategori karbohidrat sederhana (simple carbohydrate).

Pramono juga menjelaskan bahwa pendapat yang mengatakan berbuka dengan makanan dan minuman manis seolah-olah adalah sunnah nabi jelas tidak benar. Menggunakan makanan dan minuman manis yang banyak mengandung gula sebagai menu berbuka malah mengakibatkan efek yang buruk pada kesehatan.

Selama berpuasa, badan akan mengalami penurunan kadar gula darah yang cukup signifikan. Apabila langsuung mengonsumsi menu yang mengandung gula atau karbohidrat sederhana, maka akan terjadi lonjakan kadar gula secara drastis. Lonjakan kadar gula inilah yang tidak baik bagi kesehatan.

Kurma, bukanlah karbohidrat sederhana. Makanan ini termasuk dalam karbohidrat kompleks yang untuk mencerna dan menyerap kandungannya dibutuhkan waktu yang cukup panjang. Mengonsumsi makanan ini tentu saja tidak akan membuat lonjakan kadar gula dalam darah. Oleh sebab itu sebaiknya memperhatikan makanan manis yang diasup saat berbuka karena dapat memberikan efek buruk jangka panjang. (GT)

Comment di sini