Razia Tahu-Tempe Tak Sentuh Ritel-ritel Modern

by
July 26th, 2012 at 10:11 am

 Jakarta (CiriCara.com) - Para anggota Primer Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Primkopti) yang tergabung dalam Gabungan Koperasi Pengrajin Tahu-Tempe Indonesia (Gakoptindo) melakukan razia terhadap sejumlah pedagang tahu dan tempe pada Rabu (25/7) terkait protes atas melambungnya harga kedelai, namun tidak semua pedagang terkena razia tersebut.

Seperti diberitakan detikFinance, puluhan anggota koperasi datang ke Pasar Rawamangun sekitar pukul 13.30 WIB pada Rabu (25/7) dan langsung mengambil tahu-tempe yang dijual oleh para pedagang kecil.

Pedagang tahu dan tempe tak bisa berbuat banyak menghadapi aksi razia. Para anggota koperasi tidak mau membayar tahu dan tempe yang mereka ambil karena aksi ini merupakan salah satu bagian dari aksi libur bersama tahu-tempe yang berlangsung dari tanggal 25 hingga 27 Juli 2012.

Namun, razia tahu dan tempe ini tidak menyentuh supermarket dan hipermarket besar di Ibukota. Tahu dan tempe dijual bebas di sejumlah ritel-ritel modern tanpa ada ancaman razia.

Sutaryo selaku Ketua II Gakoptindo mengaku aksi razia itu merupakan suatu bentuk emosi sesaat para anggotanya karena mengetahui masih ada kawannya yang berdagang dan memperoduksi tahu dan tempe meski sudah ada imbauan untuk melakukan mogok masal.

Ia juga mengatakan bahwa aksi tersebut bukanlah instruksi dari pihak koperasi.

Terkait aksi razia, pihak kepolisian diwakili oleh Karo Penmas Kombes Boy Rafli Amar mengatakan bahwa masyarakat yang keberatan sebenarnya dapat melapor ke kepolisian.

Boy menegaskan bahwa aksi razia melanggar hukum dan kelak bisa menjadi masalah hukum. Ia menyarankan agar aspirasi yang ada bisa disampaikan lewat musyawarah, bukan razia.

Tahu dan tempe semakin langka ditemui akhir-akhir ini di Jakarta karena para produsen melancarkan aksi mogok sebab harga kedelai yang terus naik. Menurut jadwal, aksi mogok akan berlangsung selama 3 hari dan diikuti oleh produsen serta pedagang tahu-tempe. (hp)

Comment di sini