CiriCara: Menghadapi Wawancara Kerja di Era Digital

by
July 27th, 2012 at 4:59 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Apa yang kita butuhkan untuk mendapatkan pekerjaan impian? Di era digital seperti sekarang ini, para pencari kerja memiliki begitu banyak cara atau alat yang bisa membantu mereka mendapatkan pekerjaan. Bahkan, jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, atau LinkedIn pun bisa ikut membantu mendapat pekerjaan.

Lalu, bagaimana kita bisa memanfaatkan kemajuan teknologi di sekitar kita untuk mendapatkan pekerjaan di era digital seperti sekrang-sekarang ini? Berikut adalah tips dari David Clarke, CEO sekaligus co-founder dari BGT Partners untuk para pencari kerja di era digital, seperti dikutip dari Mashable.

1. Selidiki dan cari tahu

Saat melakukan wawancara, kamu seringkali akan mendapat pertanyaan-pertanyaan seputar perusahaan tersebut. Jadi, luangkanlah waktu untuk mencari tahu informasi tentang perusahaan yang akan mempekerjakan kamu. Cari tahu apa saja kegiatan mereka, halaman-halaman mereka di jejaring sosial seperti Facebook, Twitter atau LinkedIn.

2. Hubungan sebelum wawancara

Jika kamu sudah melakukan langkah pertama, selanjutnya adalah sedikit banyak menghubungkan diri dengan perusahaan tersebut. Bisa dengan cara memberi komentar atau “like” di salah satu posting-an mereka. Karena faktanya, kamu tidak tahu siapa yang mungkin sedang memperhatikan kegiatan-kegiatan kamu di halaman mereka?

3. Aktif secara sosial

Beberapa perusahaan mungkin akan mengecek halaman Facebook atau Twitter kamu. Jika kamu aktif atau memiliki banyak teman dan follower, itu bisa jadi merupakan hal yang positif, yang menandakan bahwa kamu tidak mempunyai masalah sosial. Hal tersebut juga menandakan bahwa kamu orang yang “melek” teknologi.

4. Persiapan matang

Sebelum kamu menjalani wawancara, alangkah baiknya jika ada informasi mengenai siapa orang yang akan mewawancara kamu. Mengenali musuhmu sama dengan menguasai setengah pertarungan, bukan?

Jika tidak ada informasi mengenai hal tersebut, pastikan kamu menanyakan beberapa hal pada mereka. Karena biasanya, seseorang yang diwawancara akan diberi kesempatan untuk bertanya. Pertanyaan yang bagus tentu saja memberi efek yang bagus. Pesan saya, jujurlah dalam bertanya. Tanyakan apa yang ada di pikiran kamu tentang perusahaan tersebut.

Buatlah daftar pertanyaan. Tapi, jangan lupa juga untuk tidak terlalu banyak bertanya. Pilih pertanyaan-pertanyaan yang bagus, yang sederhana, tepat, tapi tidak terlalu detail. Daftar pertanyaan bisa dibuat sejak kamu melakukan langkah pertama.

Pakaian, jangan lupa pilih pakaian yang cocok. Cobalah buka halaman Facebook perusahaan tersebut. Periksa apakah mereka memiliki seragam atau tidak. Jika ya, maka kamu sebaiknya memilih baju yang senada dengan warna mereka. Jangan lupa, senada bukan berarti serupa lho.

5. Tiba lebih awal

Datang tepat waktu memang bagus, tapi lebih bagus lagi jika kamu tiba lebih awal. Dengan demikian, kamu akan punya lebih banyak waktu untuk persiapan menghadapi wawancara.

6. Tunjukkan fleksibilitas

Fleksibel di sini termasuk dengan gaji. Maksudnya, jangan terlalu keras dengan gaji yang kamu inginkan. Tunjukka bahwa kamu menghargai dapat kesempatan training / probation dan kamu bisa menjadi aset bagi perusahaan. Ingatlah bahwa bukan masalah berapa besar gaji kamu di bulan pertama, tetapi berapa kamu dibayar pada tahun pertama kamu bekerja.

7. Pikirkan berkarir, bukan bekerja

Pastikan dan tunjukkan bahwa kamu tertarik untuk berkarir, bukan hanya untuk bekerja. Kamu bisa ungkapkan apa saja yang kamu harapkan dari perusahaan dalam jangka waktu beberapa bulang ke depan. Tapi, kamu juga harus mengimbangi dengan tawaran, apa saja yang bisa kamu lakukan untuk perusahaan. Tunjukkan potensi atau ceritakan pengalaman kamu bekerja dengan detail kemampuan kamu, jangan jelaskan hanya dengan kata-kata : “Saya bagus dalam marketing” atau “Saya punya inisiatif”. hal tersebut tentu dinilai tidak cukup.

8. Tetap jaga hal-hal kecil

Hal-hal kecil juga bisa berpengatuh besar dalam wawancara seperti; jangan mengunyah permen; tetap jaga kontak mata; duduk dan postur yang tegak; dan jangan ceritakan kepada pewawancara tentang di perusahaan mana saja kamu telah melakukan wawancara.

Terakhir, ingatlah bahwa apapun yang kamu bagikan di jejaring sosial akan menjadi penilaian bagi orang lain terhadap kamu. Jadi, jangan pernah membagikan hal-hal yang sensitif di jejaring sosial. Marah-marah di Twitter atau Facebook juga menjadi nilai negatif dan tidak akan menyelesaikan masalah. (dd)

Comment di sini