Demo Tol Jatibening Memanas, Mobil Jasa Marga Dibakar

by
July 27th, 2012 at 8:43 am

Ilustrasi

Jakarta (CiriCara.com) – Aksi demonstrasi di ruas Tol Jatibening, Bekasi, semakin memanas. Ratusan demonstran yang sudah berkumpul di ruas tol sejak 05.30 WIB dini hari tadi berhasil membakar satu unit mobil milik Jasa Marga. Hingga saat ini masa belum bisa dibubarkan.

“Iya benar (satu mobil Jasa Marga dibakar),” kata Kahumas PT Jasa Marga TBk, Wasta Gunadi, seperti dikutip dari Antara, Jumat (27/7/2012) pagi tadi.

Masa demonstran yang merupakan gabungan dari warga, pedagang, sopir angkutan umum serta tukang ojek ini menolak kebijakan baru dari pihak Jasa Marga. Mereka protes terkait dengan penertiban yang dilakukan Jasa Marga dengan melarang akses naik turunya penumpang di kawasan Tol Jatibening. Lokasi tersebut memang biasa disebut sebagai ‘terminal bayangan’.

Wasta menjelaskan bahwa berdasarkan Undang-undang jalan, menaikkan dan menurunkan penumpang di sekitar km 8 Jatibening adalah sebuah pelanggaran. Termasuk dengan adanya terminal bayangan di exit Tol Jatibening, Pondok Gede, Bekasi.

“Pemberhentian di situ (Jatibening), kecuali darurat, adalah melanggar UU Jalan,” jelasnya.

Selain membakar mobil Jasa Marga, warga juga menutup akses luar tol menuju ke dalam tol Jatibening dengan memasang sebuah mobil kontainer di tengah jalan. Akibatnya kemacetan sepanjang 10 kilometer terjadi di pintu Tol Jatibening hingga tol Karawang.

Sementara untuk Tol Jatibening mengarah Jakarta terjadi antrean sepanjang 500 meter. Sejumlah pengendara yang terjebak macet tumpah ke jalan dan memilih untuk menyaksikan aksi demo tersebut. Polisi dan satuan anti huru-hara sudah berada di lokasi terjadi demo, namun belum bisa bertindak banyak.

Untuk mengatasi kemacetan tersebut Wasta menyatakan, petugas Jasa Marga sedang mengalihkan pengguna jalan tol dari arah Cikampek via tol Cikunir. Sementara, dari arah Jakarta, pengguna jalan tol diarahkan untuk Keluar Pondok Gede Barat.

Hingga berita ini diturunkan, masa demonstran masih berkumpul di ruas Tol Jatibening. Mereka mendesak Jasa Marga untuk tidak menutup terminal bayangan di area exit tol Jatibening, Bekasi. Pasalnya, sebagian besar warga telah memanfaatkan terminal bayangan ini untuk mencari nafkah. (YG)

Comment di sini