Mulai Besok Tempe dan Tahu Ada Lagi

by
July 27th, 2012 at 2:32 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Belakangan ini masyakarat dihebohkan dengan adanya isu krisis tempe dan tahu. Selama tiga hari terakhir, kedua makanan berbahan dasar kedelai ini hilang dari pasar. Tapi, mulai besok Sabtu (28/7/2012), tempe dan tahu akan kembali hadir di pasar.

Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI menjamin produksi tahu tempe dimulai Jumat (27/7/2012) malam ini. Dengan kata lain, para pengrajin tempe dan tahu akan kembali menjual dagangan mereka besok.

Sebelumnya pada Kamis (26/7/2012) kemarin, pihak KUMKMP DKI telah melakukan pertemuan dengan Koperasi Produksi Tahu Tempe Indonesia (Koptti). Dalam pertemuan tersebut, ada beberapa poin yang telah disepakati oleh kedua pihak.

Pertama, bea masuk impor kedelai dari lima persen menjadi nol persen (bebas pajak), terhitung 1 Agustus hingga Desember 2012. Tujuannya untuk menekan harga kedelai impor yang belakangan ini mulai naik.

“Pengusaha juga akan difasilitasi untuk membeli kedelai langsung ke importir, serta memberikan kemudahan memperoleh barang (kedelai) dengan harga yang tidak berubah-ubah,” kata Ratna Ningsih, Kepala Dinas KUMKMP DKI Jakarta, seperti dikutip Tribunnews.

Selain dua hal itu, lanjut Ratna, pengrajin tahu tempe jug akan mendapat fasilitas perbankan. Dengan fasilitas tersebut, pengrajin bisa bertransaksi dengan mudah dan lebih aman.

Saat ini pihak KUMKMP sedang melakukan pertemuan dengan importir untuk membahas kontrak harga. “Intinya mereka meminta kepastian harga,” ujar Ratna

Sebelumnya, ratusan pengrajin tempe tahu sempat melakukan aksi mogok produksi sebagai wujud protes. Mereka meminta pemerintah untuk segera bertindak dalam mengatasi naiknya harga kedelai. Akibat dari aksi mogok produksi ini, tahu dan tempe sempat menghilang dari pasaran selama tiga hari.

Ratna meminta agar aksi mogok produksi ini tidak terjadi lagi. Ia menegaskan bahwa stok kedelai saat ini masih cukup banyak. “Saya juga tegaskan, para pengusaha tidak perlu khawatir karena hingga saat ini stok kedelai masih cukup banyak,” pungkasnya. (YG)

Comment di sini