Pejalan Kaki Lapindo, Hari Suwandi, Menghilang

by
July 27th, 2012 at 4:52 pm

Merdeka

Sidoarjo (CiriCara.com) Kemunculan Suwandi di sebuah televisi swasta pada Rabu (25/7) malam di salah satu TV swasta Tanah Air telah membuat banyak orang keheranan tidak terkecuali keluarganya sendiri. Salah satu anggota keluarganya yang bernama Novi, mengaku keheranan dan kaget melihat Suwandi muncul di salah satu siaran TV One.

Novi mengatakan bahwa dia telah melarang niatan Suwandi untuk melakukan jalan kaki dari Porong ke Jakarta karena mencurigai motif dibalik niat Suwandi demi mendapatkan uang.

Menurut Tempo.co pihak keluarga dan Suwandi belum pernah berkomunikasi semenjak keberangkatannya menuju Jakarta sehingga keluarga pun belum tahu apakah Hari Suwandi masih ada di Jakarta atau sudah kembali ke Sidoarjo. Novi mengaku bahwa ia hanya memantau anggota keluarganya itu melalui jejaring sosial dan media saja.

Pejalan kaki ini adalah korban ganasnya lumpur Lapindo. Rumah yang ia tinggali di Kedungbendo, Kecamatan Tanggulangin hilang terendam beserta alat kerjanya, empat mesih jahit, serta bahan mentah untuk tas dan dompet kulit pada tahun 2006 lalu.

Oleh karena itu, ia pun mendapat ganti rugi sebesar 140 juta Rupiah sebagai ganti rumah dan tanah yang terendam. Ganti rugi tersebut telah dilunasi oleh Minarak Lapindo Jaya. Hari sempat menegaskan bahwa uang yang diberikan tidaklah cukup untuk mengganti kehidupannya yang juga telah hancur setelah ia memiliki sebuah usaha sendiri dengan empat karyawan. Walaupun kecil, ia bisa hidup dari barang yang ia hasilkan.

Lumpur Lapindo telah membuat semuanya menghilang. Kehidupannya kini menjadi serba sulit. Ia sulit mendapat modal dan pekerjaan yang layak. Hari Suwandi dan keluarga hidup di sebuah rumah setengah jadi yang tanahnya sendiri masih kontrak. Seperti jatuh tertimpa tangga, istri dan anaknya mendapat musibah saat membawa uan ganti rugi sebesar 40 juta. Uang mereka dirampok saat naik sebuah angkutan umum.

Istri Hari mengatakan bahwa tidak ada orang yang meminta dia untuk melakukan hal itu (jalan kaki), ia sendiri yang ingin melakukan perjalanan itu dengan alasan jihad. Sri Batih, istri Hari Suwandi, menceritakan keinginan suaminya itu sambil menangis.

Selang satu hari sebelum ia tiba di Jakarta, Hari berujar bahwa ia akan tetap berada di Jakarta hingga ia bisa bertemu dengan Aburizal Bakrie dan SBY. Ia berjuang demi anak cucu serta korban lumpur Lapindo lainnya.

“Doakan saya, mbak”, ujarnya seperti dilansir dari Tempo.co.

Kata-kata Hari tidak terwujud dan kini pria bernama lengkap Hari Suwandi ini hilang. Wartawan serta rekan-rekannya pun tidak dapat lagi menghubunginya setelah ia muncul di sebuah stasiun TV swasta Nasional.
(GT)

Comment di sini