8 Mitos Negatif Para Lajang

by
July 30th, 2012 at 12:41 pm

CiriCara.com – Pernahkah kamu mendengar bahwa orang yang masih lajang adalah orang yang menyedihkan dan kesepian? Tuduhan seperti ini jelas sangat mengganggu padahal hal yang sebenarnya tidak seperti itu. Menjadi lajang juga bisa bahagia. Ini dia 8 mitos negative mengenai para lajang:

1. Lajang kurang bahagia

Menjadi lajang bukan berarti kurang bahagia bila dibandingkan dengan mereka yang menikah. Para lajang bukanlah orang yang perlu dikasihani. Mereka biasanya lebih bahagia dan pernikahan belum tentu memberi jaminan kebahagiaan.

2. Lajang biasanya senang sendirian

Lajang bukan berarti tidak memiliki seseorang dalam hidup mereka. Banyak lajang yang ternyata memiliki orang-orang yang berperan penting dan sangat berarti bagi mereka. Biasanya para lajang juga memiliki banyak koneksi dan kenalan dengan banyak hubungan yang tidak dapat dilakukan oleh mereka yang sudah menikah.

3. Wanita tua hidup terisolasi

Wanita lajang yang belum menikah biasanya digambarkan sebagai seseorang yang hidup terisolasi. Kenyataanya para wanita ini memiliki teman dekat yang berkomunikasi setiap hari. Hubungan yang mereka bangun biasanya telah berlangsung puluhan tahun.

4. Lajang tidak berumur panjang

Para lajang biasanya tidak memiliki umur panjang setidaknya itulah anggapan banyak orang. Orang yang menikah dan tetap mempertahankan pernikahan adalah mereka yang berumur panjang sedangkan orang yang bercerai adalah orang yang memiliki umur pendek. Bukan lajang yang memiliki umur pendek tapi mereka yang bercerai.

5. Lajang berarti egois

Banyak yang beranggapan bahwa mereka menjadi lajang karena terlalu egois. Sebuah survei menemukan bahwa lajang lebih sering mengunjungi dan menjalin sosialisasi dengan orang disekitarnya. Mereka juga lebih suka menolong dan bersosialisasi dengan para tetangga.

6. Anak dari orang tua tunggal bernasib malang

Banyak orang yang mengatakan bahwa anak yang dibesarkan dari orang tua tunggal cenderung berperilaku negative sedangkan mereka yang dibesarkan ayah dan ibunya memiliki perangai yang baik. Sebuah survei yang dilakukan oleh National Drug Abuse menemukan bahwa anak dari perempuan yang menjadi orang tua tunggal memiliki kecenderungan melakukan penyalahgunaan obat terlarang di bawah 6 persen. Anak yang dibesarkan dengan kedua orang tuanya belum tentu bebas dari jerat narkoba.

7. Lajang memiliki kondisi fisik yang kurang sehat

Jangan dikira lajang tidak mempedulikan kesehatan dengan hanya berpesta semalaman setiap hari dan memakan makanan tidak sehat daripada makanan sehat yang dimasak di rumah. Lajang juga memiliki kesehatan yang sama dengan mereka yang menikah.

8. Lajang banyak menghabiskan uang untuk hal yang tidak penting

Banyak lajang yang belanja sesuai dengan barang kebutuhan, mereka tidak membeli barang-barang yang tidak mereka perlukan. Jika hal ini dibandingkan dengan kebutuhan untuk sebuah pesta pernikahan tentu saja jauh berbeda. Pasangan yang menikah banyak juga yang tidak terlalu kaya atau sama saja dengan para lajang karena mereka juga senang membelanjakan uang untuk hal yang tidak perlu.

Itulah delapan mitos negative mengenai para lajang. Mitos seperti ini belum tentu benar dan banyak juga lajang yang memang bahagia dengan kesendirian mereka. (GT)

Comment di sini