Korban “Bully” SMA Don Bosco Pindah Sekolah

by
July 30th, 2012 at 11:23 am

Berita Jakarta

Jakarta (CiriCara.com) – Seorang siswa dari sekolah menengah atas Seruni Don Bosco, Pondok Indah, Jakarta Selatan diduga menjadi korban “bully”. Siswa yang berinisial A ini akhirnya memutuskan untuk pindah dari sekolah ini.

Kasus bullying ini akhirnya masuk ke ranah hukum dan sedang dalam proses penyelidikan oleh aparat berwajib. A si korban melaporkan tindak kekerasan yang ia alami pada polisi.

Wakil Kepala Sekolah yang membidangi Kesiswaan SMA Don Bosco, Gerardus Gantur mengakui bahwa siswa yang berinisial A memang pindah sekolah. Orangtua siswa tersebut telah menyampaikan kabar ini pada pihak sekolah secara lisan.

Pihak sekolah telah memberikan perhatian khusus dan menjamin bahwa siswa tersebut dapat menempuh pendidikan di sini dengan aman. Sekolah juga akan menindak tegas para pelaku kekerasan sanksi yang akan mereka terima adalah dikembalikan pada orang tua masing-masing. Namun ia juga mengungkapkan bahwa hak orang tua untuk menentukan anaknya akan bersekolah di mana.

Siswa yang duduk di kelas 1 SMA Don Bosco ini melaporkan tindak penganiayaan yang ia alami. Tindakan ini melibatkan 18 kakak kelasnya. Ia melaporkan kejadian ini ke Polres Metro Jakarta Selatan. Siswa A mengaku bahwa ia pernah disundut rokok di bagian leher dan beberapa bagian tubuhnya pun lebam-lebam.

Ajun Komisaris Besar Hermawan yang menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrest metro Jaksel mengiyakan bahwa ada laporan seperti itu di kantornya. Pihak kepolisian akan memproses para pelaku bila memang terbukti melakukan tindak kekerasan pada pelapor.

Laporan tersebut ia terima tadi malam. Kejadian penganiayaan terjadi saat ada kegiatan ospek atau MOS oleh para senior yang berjumlah kurang lebih 18 orang. Mereka melakukan bullying pada tiga orang junior. Dari tiga orang ini, hanya satu yang melaporkan tindakan ini.

Siswa A juga memberikan visum sebagai barang bukti pada pihak kepolisian. Sejauh ini baru korban yang diperiksa, 18 orang yang dilaporkan belum dipanggil ke pihak kepolisian. Para pelaku bisa dijerat dengan pasal 170 KUHP. (GT)

Comment di sini