Alasan Paus Sperma di Muara Gembong Tak Dikonsumsi Nelayan

by
July 31st, 2012 at 9:43 am

Jakarta (Ciricara.com) – Penemuan bayi paus sperma yang terdampar di Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat memang sempat menghebohkan warga. Hingga paus sperma ini mati, warga setempat tidak pernah berniat untuk mengkonsumsinya. Kenapa?

Menurut salah seorag tokoh nelayan setempat, warga enggan mengkonsumi ikan paus tersebut karena ada mitos. Konon, siapa saja yang memakan ikan berukuran raksasa yang terdampar di Muara Gembong akan mati.

“Jadi dulu pernah ada cerita, nelayan Muara Gembong bertemu ikan shark whale terdampar. Nelayan tersebut sempat mengambil sebanyak 200 kg. Namun ketika dia mengambil, tidak lama ketika memotong daging tersebut dan dibawa pulang, dibagikan keluarganya untuk dimakan, mereka semua pada mati, termasuk nelayan yang memotong ikan,” jelas Zakaria, tokoh nelayan setempat seperti dikutip Detik, Senin (30/7/2012).

Karena cerita itulah, lanjut Zakaria, semua warga tidak ada yang berani mengkonsumsi daging ikan besar yang terdampar di Pantai Muara Gembong. Warga hanya berani melihat dan tidak berani mengambil dagingnya untuk dikonsumsi.

Zakaria menuturkan, setelah mendengar cerita itu, tokoh nelayan dan tokoh masyarakat mulai mengkeramatkan ikan yang terdampar di Pantai Muara Gembong. Tidak ada warga yang berani membunuh dan mengkonsumsi ikan besar itu.

Penemuan ikan paus sperma ini pertama kali ditemukan oleh Ketua RW 2 Desa Pantai Bahagia, Saita yang juga merupakan seorang nelayan. Awalnya, Saita berniat untuk mencari ikan usai salat subuh namun ditengah perjalanan ia menemukan paus yang terdampar.

Karena terkejut, Saita pun membatalkan rencananya untuk melaut dan memilih untuk melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polisi Air. Menurut Effendi, salah satu staff SPK di Pospol Muara Merdeka, saat ditemukan, ikan paus masih hidup namun dalam kondisi sekarat.

Hingga pada Minggu (29/7/2012), pukul 11.00 WIB, paus ditemukan terdampar di Pantai Muara Gembong di kedalaman sekitar 1,8 meter. Saat itu, ekor paus masih sempat bergerak-gerak. Sejumlah warga pun datang untuk menonton.

“Warga langsung melakukan inisiatif tindakan pengamanan paus itu. Pak RW sendiri (Saita) memastikan pukul 11.00 malam sudah mati paus itu dengan posisi telentang dan menimbulkan bau menyengat,” papar Effendi.

Paus sperma ini mengalami sejumlah luka di beberapa bagian. Diantaranya di ekor dan lubang di punggung serta luka sobek di mulut dan siripnya yang mengeluarkan darah sangat deras. Jika melihat ciri-ciri lukanya, ikan paus tersebut adalah ikan paus yang sebelumnya terdampar di Pakis Jaya, Karawang.

Ukuran ikan paus sperma ini cukup besar yakni 2 ton dengan panjang 12 meter. Paus sperma memang sering terlihat diperaian tersebut. Namun, yang sering dilihat warga masih berukuran sedang dan belum besar seperti yang terdampar.

Effendi mengaku mendapat kabar bahwa pada Senin (30/7/2012) dini hari, bangkai ikan paus itu sudah ditarik ke pengeboran minyak lepas pantai Pertamina atas permintaan Kementerian Kehutanan.

Kejadian paus terdampar ini bukan sekali ini saja terjadi. Sebelumnya ikan shark whale sudah 2 kali terdampar, terakhir pada 5 bulan yang lalu.

Beberapa ikan yang terdampar akhirnya dikubur oleh warga di lokasi setempat. Mereka tidak akan berani mengkonsumsi ikan yang terdampar karena takut dengan mitos kematian. (YG)

Comment di sini