Pelaku Penembakan Batman Terancam Hukuman Mati

by
July 31st, 2012 at 9:33 am

Jakarta (CiriCara.com) - Sidang lanjutan terhadap James Holmes dihiasi keluarga korban yang hadir dengan menggunakan kostum Batman. Entah apa maksudnya, mungkin mereka ingin mewakili sosok pahlawan untuk mengadili sang Joker yang telah membunuh dan melukai keluarga mereka.

James Eagan Holmes menghadapi 24 tuduhan pembunuhan, masing-masing dua untuk 12 korbannya yang meninggal dan 116 tuduhan percobaan pembunuhan, masing-masing dua untuk 58 korbannya yang selamat. Pria berusia 24 tahun tersebut menghadapi 142 dakwaan secara keseluruhan dan terancam dihukum mati.

Dalam sidang yang digelar di Centennial, Colorado tersebut, Holmes terlihat diam dan mendengarkan, namun pikirannya tidak fokus. Seorang wartawan Denver Post John Ingold mengatakan via Twitter bahwa Holmes terlihat “tidak begitu memperhatikan, tapi mendengarkan”. Hakim tidak mengizinkan kamera di dalam persidangan, tapi sepertinya yang ditunjukkan Holmes tidak jauh berbeda dengan ekspresinya dalam sidang yang pertama. Sidang pertama itu sendiri digelar pada Senin 23 Juli, satu hari setelah kunjungan Presiden Barack Obama ke Aurora, lokasi di mana Holmes melakukan penembakan yang dinilai sebagai tragedi penembakan terburuk di Amerika.

Selain tuntutan pembunuhan dan percobaan pembunuhan, Holmes juga dituntut atas kepemilikan senjata serta bahan peledak. Ia diketahui memasang perangkap mematikan di apartemennya. Tim investigasi menghabiskan waktu hingga beberapa hari untuk menjinakkan peledak yang sanggup menghancurkan seluruh apartemen tersebut.

Untuk menghadapi tuntutan tersebut, tim pengacara Holmes memberi pembelaan bahwa klien mereka melakukan tindakan tersebut karena tidak waras. Pria yang bertingkah seperti Joker di dalam sel tahanan tersebut diketahui sedang menjalani terapi oleh terapis Dr Lynne Fenton. Pria yang sedang mengejar gelar doktoral PhD (Doctor of Philosophy) di bidang ilmu saraf  (neuroscience) tersebut juga sedang dalam proses pengeluaran atau D.O (dropped out).

Para jaksa mengatakan bahwa akan memerlukan setidaknya beberapa minggu untuk menentukan ada tidaknya hukuman mati dalam kasus tersebut. Sementara itu, 10 korban penembakan Holmes diketahui masih menjalani perawatan di mana empat di antaranya sedang mengalami masa kritis. Semoga para korban mampu melewati masa kritisnya untuk mengetahui nasib pelaku yang hampir merenggut nyawa mereka. (dd)

Comment di sini