Unik! Terjemahan Injil Terbaru Menggunakan Format Dialog Drama

by
July 31st, 2012 at 1:58 pm

Nashville (CiriCara.com) - Terjemahan Injil berbahasa Inggris terbaru mendobrak tradisi dengan menggunakan format dialog drama agar mudah dimengerti.

Seperti dikabarkan Associated Press (31/7), tim “The Voice” yang terdiri dari para penerjemah, penyair, penulis, dan musisi merilis terjemahan Injil terbaru ini pada awal tahun 2012.

Perubahan format penyampaian wahyu menjadi semacam teks dialog diharapkan bisa membuat pembaca lebih bisa membayangkan kejadian yang tengah diceritakan dalam injil.

“The Voice” menjanjikan pembaca Injil akan lebih bisa merasakan kisah yang diceritakan dan mendengarkan suara Tuhan berbicara kepada mereka di kehidupan saat ini.

Salah satu petikan terjemahan Injil terbaru yang diambil dari Kitab Kejadian berbunyi demikian:

“Adam (pointing at the woman): It was she! The woman You gave me as a companion put the fruit in my hands, and I ate it.

“God (to the woman): What have you done?

“Eve: It was the serpent! He tricked me, and I ate.”

Later, Eve bears her first son, Cain.

“Eve (excited): Look, I have created a new human, a male child, with the help of the Eternal.”

Ketika membaca petikan itu, pembaca dengan gamblang bisa membayangkan Adam menyalahkan Hawa karena tidak patuh. Di terjemahan Injil lain, tidak ditemukan kalimat Adam menunjuk Hawa saat tragedi buah terlarang terjadi. Tim “The Voice” mengaku menambahkan beberapa kata dan frase akan lebih bisa menjelaskan peristiwa yang terjadi.

Pastor Gereja Ecclesia di Houston, AS, Chris Seay, sudah lama memimpikan hadirnya Injil semacam ini. Frank Couch, wakil presiden divisi penerjemahan penerbit religius yang berlokasi di Nashville, Thomas Nelson, menyambut baik ide tersebut. Hasilnya, “The Voice” terbentuk dengan bantuan beberapa orang seniman dan penulis.

Couch mengatakan kelebihan terbesar terjemahan Injil ini adalah orang-orang bisa membacanya seakan sedang membaca suatu novel.

Seay menambahkan,”Injil ini melibatkan imajinasimu lewat cara yang berbeda.”

Dengan semakin mudahnya orang mencerna Injil, diharapkan tingkat ketertarikan mereka untuk membaca kitab suci ini juga semakin meningkat. Menurut dara dari Center for Bible Engagement, 34 persen orang Kristiani tak pernah membaca Injil. Sementara itu, 32 persen lainnya jarang membacanya. (hp)

Comment di sini