Malaysia ‘Pesan’ 20 Ribu Pembantu dari Indonesia

by
August 2nd, 2012 at 2:04 pm

Kuala Lumpur (CiriCara.com) – Ratusan agensi dan pengarah tenaga kerja di Malaysia mulai mengajukan permohonan (demand letter) untuk merekrut pembantu rumah tangga (PRT) dari Indonesia. Permintaan ini menyusul telah dicabutnya pelarangan pengiriman pembantu ke Negeri Jiran itu.

Para agensi dari Malaysia itu telah mengajukan permohonan izin kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur. Kabarnya, kini pihak KBRI sudah menyetujui sebanyak 22.250 surat permohonan untuk mendatangkan pembantu.

Atase Ketenagakerjaan KBRI Kuala Lumpur, Agus Triyanto menjelaskan bahwa sudah ada 108 agensi yang mengajukan permohonan mendatangkan pembantu tersebut. “Namun, kami baru menyetujui 22.250 surat,” kata Agus kepada Tempo, di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (2/8/2012).

Agus menjelaskan, KBRI tidak sembarangan dalam memberikan izin kepada agensi-agensi tersebut. Sebelum menyetujui surat permohonan PRT, KBRI meminta para agensi untuk melengkapi beberapa persyaratan.

Para agensi diminta untuk memberikan profil calon majikan yang akan memperkerjakan pembantu dari Indonesia. KBRI juga meminta standar gaji untuk PRT Indonesia yakni minimal 700 ringgit (Rp 2 juta) per bulan untuk penempatan baru.

Selain itu, Agus juga mengklaim telah memberikan penjelasan khusus kepada majikan serta pihak-pihak terkait di Malaysia. KBRI menjelaskan bahwa semua PRT harus mendapatkan perlakuan baik dari semua pihak termasuk majikan dan agen.

Tidak hanya itu, Agus juga mengklaim pihaknya akan segera menerapkan peraturan baru untuk PRT Indonesia di Malaysia. “Pembantu rumah tangga bekerja sesuai kompetensi dan waktu kerjanya, serta tidak tinggal 24 jam bersama majikan,” jelas Agus.

Kabarnya, rencana pemberlakukan peraturan baru tersebut akan mulai diterapkan pada tahun 2017 dan kini masih dalam tahap negosiasi. Dengan dirancangnya peraturan baru tersebut, maka penghentian pengiriman pembantu ke Malaysia bisa dibuka kembali.

Untuk saat ini pihak Atase Ketenagakerjaan KBRI masih melakukan pendekatan kepada pihak otoritas Malaysia. Mereka berharap agar otoritas Negeri Jiran bersedia untuk mengesahkan ketentuan tenaga kerja 2017 tersebut.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia telah melakukan pembekuan pengiriman PRT ke Malaysia. Langkah ini dianggap paling tepat untuk mencegah adanya korban penganiayaan di luar negeri. Tapi, keputusan itu tidak berlangsung lama dan kini sudah mulai dibuka kembali. (YG)

Comment di sini