Mulai Besok, Harga BBM Non-subsidi Naik

by
August 2nd, 2012 at 9:25 am

David Fischer / Getty Image

Jakarta (CiriCara.com)Pemerintah akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Plus. Kenaikan ini berlaku mulai Jumat 3 Agustus 2012 sedangkan besarnya berkisar antara Rp 900 hingga Rp 1.100 per liter. Hal tersebut tentu menimbulkan pertanyaan mengingat harga minyak dunia kini cenderung turun.

Di Jakarta, harga Pertamax yang semula Rp 8.700 akan naik Rp 1.000 menjadi Rp 9.700. Di daerah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek), harga Pertamax naik Rp 900 dari semula Rp 8.800 akan menjadi setara dengan Jakarta yaitu Rp 9700 per liter. Sementara itu, kenaikan harga Pertamax Plus sedikit lebih besar yaitu Rp 1.100 untuk di Jakarta dan Rp 1.000 untuk wilayah Bodetabek. Mulai besok– 3 Agustus– harga Pertamax Plus di seluruh Jabodetabek menjadi Rp 10.100 per liter.

Kenaikan di SPBU Shell lebih kecil

Menurut Harian Analisa, kenaikan tersebut tidak hanya terjadi pada SPBU Pertamina, tetapi juga di SPBU Shell. Pada pengumuman pada Rabu (1/7) kemarin, Shell menaikkan harga bahan bakar mereka yang setara Pertamax, Pertamax Plus, dan Diesel. Namun, kenaikan di SPBU Shell jauh lebih kecil dibanding Pertamina, yaitu berkisar antara Rp 450 hingga Rp 550.

Berikut daftar kenaikan harga bahan bakar Shell

Wilayah Jabodetabek

  • R92 -Super/setara Pertamax- Rp 9.150 per liter (naik Rp 550)
  • R95 -Super Extra/setara Pertamax Plus- Rp 9.700 (naik Rp 550)
  • Shell Diesel Rp 9.950 (naik Rp 450)

Wilayah Jawa Timur

  • R92 (Super/setara Pertamax) Rp 9.300 per liter (naik Rp 500)
  • R95 (Super Extra/setara Pertamax Plus) Rp 9.900 per liter (naik Rp 550)
  • Shell Diesel Rp 10.100 per liter (naik Rp 450)

Menurut pengamat perminyakan Kurtubi, kenaikan tersebut disebabkan karena melemahnya nilai tukar Rupiah. Namun, ia juga mengkritisi kenaikan Pertamina yang lebih besar dibanding SPBU asing. Padahal, dengan kenaikan yang relatif lebih kecil tersebut, SPBU asing telah meraup keuntungan. Ia juga menambahkan bahwa kenaikan harga Pertamax tersebut dinilai bertolak belakang dengan program pemerintah untuk mengalakkan penggunaan BBM non-subsidi.

“Jadi tidak mendukung program penghematan energi di wilayah Jawa-Bali per 1 Agustus ini,” ungkapnya seperti dikutip dari PosKotaNews. (dd)