Goodbye Peterpan, Selamat Datang Noah

by
August 3rd, 2012 at 8:52 am

Jakarta (CiriCara.com) – Nama Peterpan resmi diganti sore kemarin (2/8). Ariel dan rekan-rekannya yang dulu tergabung dalam grup Peterpan kini telah menyandang nama baru. Nama yang dipilih untuk band fenomenal ini adalah Noah.

Nama baru mereka Noah, ditulis dengan warna putih dengan hiasan bulu berwarna merah. Bulu tersebut pernah menghadap ke arah kiri kini dihadapkan ke kanan. Nama ini mereka umumkan saat acara berbuka puasa bersama di Musica Studio di kawasan Pancoran.

Ariel mengaku bahwa mereka pun sempat berdebat karena masalah nama ini. Akhirnya mereka sepakat untuk menggunakan kata Noah sebagai nama band mereka. Reaksi penggemar pun beragam, ada yang memuji namun ada juga yang mencibir.

Ariel mengatakan bahwa ia sudah mengantisipasi adanya pro dan kontra atas nama baru mereka namun ia dan personel Noah lainnya hanya akan mendengarkan pendapat mereka yang pro dan kontra. Bagaimanapun juga Peterpan memang telah membuat mereka jadi terkenal.

Nama Noah sendiri dipilih karena memiliki arti khusus. Noah memiliki arti yang membuat nyaman dan hangat, berumur panjang. Nama ini juga diharapkan bisa mewakili musik serta masing-masing personel. Selain itu, nama Noah dipilih karena mudah diingat dan didengar.

Ariel juga mengatakan bahwa dalam nama baru itu juga dirasakan munculnya semangat baru. Ia dan rekan se-band akan mempersembahkan lagu dan musik baru. Ia menegaskan bahwa Noah akan memberikan sesuatu yang baru pada para penggemar mereka.

Ariel dan kawan-kawan harus pintar-pintar berbohong dan menutupi nama baru ini dari teman serta keluarga dekat mereka. Istri Lukman, gitaris Noah, juga tidak mengetahui nama baru Peterpan sebelum diumumkan secara resmi. Mereka harus berbohong pada setiap orang yang ingin mengetahui apakah nama baru Peterpan. Saat ditanya seperti itu mereka hanya akan menjawab bahwa nama baru masih di cari.

Bersamaan dengan pengumuman nama ini, lagu baru Noah yang berjudul “Separuh Aku” ciptaan David juga akan diputar di 200 radio di seluruh Indonesia. Mereka juga akan merilis buku tentang kisah perjalanan mereka. (GT)

Comment di sini