Video Ceramah SARA, Rhoma Terancam 3 Bulan Penjara

by
August 3rd, 2012 at 8:52 am

Jakarta (CiriCara.com) – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta telah mengirim surat pemanggilan pedangdut Rhoma Irama terkait dugaan pelanggaran pemilu. Penyanyi dangdut legendaris ini diduga telah melakukan kampanye terselubung.

Ketua Panwaslu DKI Jakarta Ramdansyah Kamis (2/8/2012) kemarin mengatakan bahwa surat pemanggilan Rhoma Irama sudah dikirim. Dalam surat tersebut Rhoma diminta untuk hadir pada hari Jumat (3/8/2012) ini, untuk menjalani pemeriksaan.

Sebelumnya, Rhoma diduga melakukan kampanye terselubung saat mengisi ceramah tarawih di Masjid Al-Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Minggu (29/7/2012) lalu. Dalam ceramahnya, Rhoma disangka menggunakan isu agama, suku, dan ras (SARA) untuk menyerang Jokowi-Ahok.

Akibat tindakannya, Rhoma dinilai telah melakukan pelanggaran kampanye di luar jadwal yang sudah ditentukan. Selain itu, Rhoma juga disangka bersalah karena telah menyebarkan isu SARA untuk kepentingan politik.

Jika terbukti bersalah, musisi yang sering disebut sebagai ‘raja dangdut’ itu akan dipenjara. Rhoma disangka telah melanggar pasal 116 ayat 1 undang-undang 32 tahun 2004 dengan ancaman maksimal 3 bulan penjara, karena berkampanye di luar jadwal.

Selain itu, Rhoma juga bisa dikenai pasal 78 huruf (b) UU No. 32 Tahun 2004 dengan hukuman maksimal 18 bulan penjara. Ia juga dianggap melanggar pasal 78 huruf (i), tentang penyebaran isu suku, ras, agama, dan golongan (SARA).

Ceramah politik yang mengandung isu SARA dari Rhoma Irama itu terbongkar setelah Ketua Panwaslu DKI Jakarta, Ramadansyah mendapatkan laporan dari seorang jemaah. Tidak hanya itu, jamaah tersebut juga memberikan video ceramah Rhoma berdurasi tujuh menit sebagai barang bukti.

“Dari rekaman, ia diduga melakukan penghinaan dengan isu SARA,” ujar Ramdan, Kamis (2/8/2012) kemarin.

Namun, saat dikonfirmasi mengenai dugaan tersebut Rhoma menyanggahnya. Ia menegaskan bahwa dirinya bukanlah juru Kampanye dari pasangan Foke-Nara. Ia juga mengaku siap untuk memenuhi panggilan Panwaslu DKI Jakarta, untuk mengklarifikasi tuduhan tersebut.

“Tidak benar itu, saya bukan juru kampanye,” ujar Rhoma seperti dikutip Tempo, Kamis (2/8/2012). (YG)

Comment di sini