Rhoma: Tidak Perlu Minta Maaf ke Jokowi-Ahok

by
August 6th, 2012 at 1:52 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Pedangdut legendaris Rhoma Irama tidak mau meminta maaf kepada Jokowi-Ahok. Raja dangdut ini merasa tidak salah dalam menyampaikan dakwahnya setelah salat tarawih di sebuah masjid. Padahal dakwah tersebut dinilai mengandung unsur SARA.

“Saya rasa tidak perlu meminta maaf kepada Jokowi dan Ahok,” kata Rhoma di konferensi persnya di Jakarta, seperti dikutip Tempo, Senin (6/8/2012).

Rhoma menegaskan bahwa dakwahnya tidak mengandung unsur SARA. Menurutnya, ia hanya melakukan penggabaran dari masing-masing pasangan. “Saya hanya berdakwah, tidak ada unsur SARA,” jelas Rhoma kepada para wartawan.

Rhoma pun mengaku tidak keberatan jika Ahok melakukan hal serupa. Rhoma tidak akan mempermasalahkan jika Ahok mengajak semua warga Jakarta keturunan China atau warga yang beragama Kristen untuk memilihnya. Menurutnya, itu adalah haknya.

Menurut Rhoma, Islam sangat toleran dengan agama lain. Namun, Islam melarang umatnya untuk memilih pemimpin dari agama lain. Dan Rhoma ingin mengingatkan umat muslim yang ada di Jakarta mengenai larangan tersebut. Itulah sebabnya ia berdakwah di Masjid Al-Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Minggu (29/7/2012) lalu

“Tapi, dalam konteks kepemimpinan, kita dilarang memilih nonmuslim. Itu harus saya sampaikan,” ujarnya.

Rhoma sendiri mengaku tidak punya masalah dengan Jokowi ataupun Ahok. Ia juga membantah kalau dirinya telah berdakwah SARA untuk Pilkada DKI Jakarta putaran kedua mendatang.

Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta sendiri sudah melakukan pemeriksaan terkait dakwah SARA Rhoma Irama. Pemeriksaan yang dilakukan pada Jumat (3/8/2012) lalu itu berlangsung cukup singkat, hanya satu jam.

Rhoma Irama terancam hukuman 3 bulan penjara jika terbukti telah melakukan pelanggaran jadwal kampanye. Ia juga diancam hukuman 18 bulan penjara jika terbukti telah menghasut warga dengan menggunakan isu suku, agama, ras, dan golongan (SARA).

Namun, Ketua Panwaslu Jakarta, Ramdansyah mengaku belum bisa mengumumkan hasil pemeriksaan video dakwah SARA, Rhoma Irama. Menurutnya, pihaknya harus mendengarkan keterangan dari kubu Foke-Nara yang merupakan saingan Jokowi-Ahok di Pilkada DKI putaran kedua. (YG)

Comment di sini