Penelitian: Pria Gay Bisa Dilihat Dari Matanya

by
August 7th, 2012 at 11:38 am

CiriCara.com – Beberapa ilmuwan menyatakan bahwa dengan melihat mata, kita bisa mengetahui orientasi seksual seseorang. Perubahan pupil mata saat menonton video erotis bisa menjadi dasar untuk menentukan seorang pria gay atau tidak.

Para peneliti di Cornell University menggunakan lensa inframerah khusus untuk mengukur perubahan pupil mata para responden. Pupil mata yang membesar saat melihat suatu hal yang erotis adalah tanda munculnya gairah seksual pada seseorang.

Jika seorang pria mengalami perubahan ukuran pupil mata (membesar) saat melihat sesama jenis, itu artinya dia adalah gay. Karena normalnya pupil mata seorang pria akan berubah saat melihat wanita memakai rok mini yang seksi, baik di video ataupun di dunia nyata.

Penelitian melibatkan 325 subjek yang terdiri dari 165 pria dan 160 wanita, berusia 20-35 tahun. Semua responden atau subjek ini sebelumnya telah terbuka mengenai orientasi seksual mereka kepada para peneliti.

Para subjek ini disuguhi gambar telang dan video dari jenis kelamin pria dan wanita. Subjek juga diperlihatkan sebuah video orang berbicara tentang cuaca.

Patokannya, pria heteroseksual akan mengalami pelebaran pupil lebih setelah ditunjukkan video seksual perempuan, dan sedikit mengalami perubahan pupil saat melihat video laki-laki. Jika seorang pria mengalami pelebaran pupil saat melihat video atau gambar pria telanjang, itu artinya dia gay.

Tapi, wanita cenderung lebih susah untuk dideteksi orientasi seksualnya. Karena, pupil mata wanita mengalami pelebaran yang sama saat melihat video/gambar pria ataupun wanita telanjang. Menurut ilmuwan, hal itu disebabkan karena wanita memiliki fluiditas lebih dalam seksualitas mereka.

“Mereka (wanita) menanggapi segala sesuatu yang dalam beberapa cara seksual, tapi ini tak berarti mereka biseksual (lesbi),” kata pimpinan peneliti, Gerulf Rieger.

Kesimpulannya, pria gay bisa dideteksi dengan melihat perubahan pupil saat melihat sesuatu yang erotis. Namun, pupil mata wanita tidak bisa digunakan untuk patokan apakah dia lesbi atau tidak. Karena kebanyakan wanita mempunya seksual yang fleksibel dan susah untuk ditebak.

Sebelumnya, ilmuwan menggunakan instrumen untuk stimulasi genital, metode yang dianggap “terlalu invasif” dengan memasukkan alat tententu ke dalam atau sekitar alat kelamin seseorang. Namun akhirnya, ilmuwan berhasil menemukan kamera inframerah pelacak ukuran pupil ini. (YG)

Comment di sini