Gawat! Banyak Ustadz Asli Tapi Palsu di TV

by
August 7th, 2012 at 10:24 am

Jakarta (CiriCara.com) Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai bahwa ada banyak ustadz yang tidak kompeten menjadi penceramah agama di stasiun TV.

Wakil Ketua Tim Pemantau TV Ramadan 1433 H dari MUI, Imam Suhardjo di Kantor Kemenkominfo (Kementrian Komunikasi dan Informatika) pada hari Senin 6 Agustus 2012 lalu mengatakan bahwa kualitas, validitas, serta keteladanan pada pendakwah juga harus diperhitungkan.

Imam juga menjelaskan bahwa di bulan ini banyak sekali tayangan komedi yang tidak sesuai sehingga berakhir melecehkan atau memaki individu dan pihak tertentu. Hal yang memprihatinkan adalah terlibatnya ustadz dalam kegiatan seperti ini.

Imam kemudian memberi contoh sebuah cuplikan tayangan yang ada di salah satu TV swasta Tanah Air. Saat itu Inul Daratista mengatakan bahwa ia tidak mandul dan terbukti ia sudah memiliki seorang anak. Ustadz tersebut menanggapi dengan mengatakan, “Lagian bukannya dibor malah ngebor” seperti dikutip dari Tempo.co.

Perkataan yang dilontarkan oleh ustadz tersebut malah terkesan merendahkan dirinya sendiri. Ia juga menyesalkan adanya ustadz yang ikut berjoget di salah satu TV swasta lain. Ia menilai ustadz tersebut terlalu berlebihan.

Imam juga menyoroti bahwa banyak sekali ustadz yang menyampaikan ajaran dengan tidak tepat. Mereka menggunakan hadis yang kesahihannya masih kurang dan dipertanyakan. Ia berharap agar mereka mau meningkatkan kompetensi diri sebagai seorang ustadz.

Ia menilai bahwa seorang ustadz yang baik haruslah memiliki nilai kompetensi yang baik. Nilai ini bisa dilihat dari afektif, psikomotorik, dan kognitif. Psikomotorik berarti ustadz tersebut harus memiliki akhlak atau perbuatan yang terpuji. Afektif berarti ustadz tersebut harus mampu mengaitkan ajaran agama dengan kehidupan sehari-hari. Dan yang ketiga adalah kognitif, ustadz harus memiliki pengetahuan yang mumpuni mengenai masalah agama.

Apabila ketiga syarat itu tidak terpenuhi, maka ia belum layak disebut sebagai seorang ustadz. Imam juga berharap agar stasiun TV bisa lebih cermat dalam mendapuk seseorang menjadi penceramah di acara mereka. Stasiun TV juga dihimbau agar mengutamakan tiga unsur di atas ketimbang popularitas ustadz tersebut.

(GT)

Comment di sini