Bahaya! Minum Es Teh Perparah Penyakit Batu Ginjal

by
August 8th, 2012 at 8:47 am

CiriCara.com – Ketika merasa dahaga, dengan minum segelas air mineral dingin atau minum jus segar yang dingin, rasanya sudah cukup melepas rasa dahaga Anda. Kedua jenis minuman tersebut masih dapat digolongkan minuman yang sehat. Namun, tak jarang pula, banyak orang yang ingin minum es teh manis.

Warnanya yang agak kecoklatan dan rasanya yang manis dapat melepas dahaga pada saat musim kemarau tiba. Di balik kenikmatan itu, ternyata es teh dapat berisiko meningkatkan batu ginjal.

Batu ginjal adalah gumparan kecil dan yang keras dan terbentuk di dalam ginjal. Batu ginjal terbuat dari mineral dan asam garam.  Penyakit ini disebabkan karena seseorang kurang minum sehingga urin berkonsentrasi, mineral mengkristal dan menggumpal.

Dr. John Millner, Asisten Profesor Department of  Urology, Loyola University Chicago Stritch School of Medicine  berkata, “Bagi orang yang berisiko terkena batu ginjal, es teh adalah minuman yang haram diminum”. Es teh mengandung asam oksalat berkonsentrasi tinggi. Asam oksalat merupakan senyawa kimia yang membentuk batu ginjal. Fakta tersebut didapat dari sebuah hasil penelitian di Loyola University Medical Center.

Faktor utama penyebab batu ginjal adalah kurangnya cairan pada tubuh. Pada saat musim panas, orang-orang akan mengalami dehidrasi karena keringat. Dan pada saat itulah, orang memilih es teh sebagai minumannya. Tetapi, dehidrasi ditambah konsumsi es teh berlebih akan meningkatkan risiko batu ginjal.

Millner menambahkan bahwa untuk melepas dahaga dan mencegah dehidrasi, lebih baik meminum air putih. Terdapat pula pilihan alternatif yaitu dengan minum air jeruk lemon asli, karena lemon dapat menghalangi pertumbuhan batu ginjal.

Bagi Anda yang sudah memiliki risiko batu ginjal, sebaiknya kurangi makanan yang mengandung oksalat tinggi seperti bayam,  cokelat, dan kacang. Selain itu, kurangi mengonsumsi garam dan makan sedikit daging. Perbanyaklah minum air putih per harinya dan makan makanan yang mengandung banyak kalsium.

Perlu diketahui, bahwa laki-laki empat kali lebih mungkin mengembangkan batu ginjal dibandingkan perempuan. Risikonya naik secara drastis setelah berusia 40 tahun. Sementara itu, risiko peningkatan batu ginjal terjadi pada perempuan apabila dalam kondisi pascamenopause dengan tingkatan estrogen rendah dan perempuan yang telah memiliki indung telur. (NR)

Comment di sini