Gara-gara Cuit Hoax, Harga Minyak Melonjak

by
August 8th, 2012 at 11:22 am

Jakarta (ciriCara.com) - Kemarin lusa, Senin (6/6), sebuah akun Twitter yang mengaku sebagai Menteri Dalam Negeri Rusia Vladimir Kolokoltsev memberikan sebuah pengumuman yang sangat berpengaruh dalam dunia nyata: kenaikan harga minyak mentah dunia. Kenaikan harganya pun cukup besar, yaitu sekitar $1 per barel.

Ada tiga tweet yang dilontarkan akun @MiniInterRussia tersebut. Pertama, ia menyebutkan bahwa Presiden Syria Bashar al-Assad beserta istrinya telah terbunuh bersama dengan dua korban lain di Latakyja. Dua tweet selanjutnya adalah mengumkan bahwa kematian tersebut telah resmi dikonfirmasi.

Pasar minyak dunia pun bereaksi dengan cepat. Hanya berselang 16 menit setelah @MiniInterRussia memberikan pengumuman palsu tersebut, harga minyak mentah mulai merangkak naik hingga ditutup pada $92.20 di Bursa Perdagangan New York. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak 19 Juli yang lalu.

Seorang analis Price Future Group Phil Flynn menyatakan bahwa “sebuah cerita yang ditempatkan dengan benar, bisa menggerakkan pasar, sepertinya hal ini yang terjadi sekarang” ujarnya kepada The Wall Street Journal.

@MiniInterRussia sendiri diketahui bukanlah akun resmi Menteri Dalam Negeri Rusia. Tweet-nya yang telah diarsipkan menunjukkan bahwa akun tersebut sering menyebarkan rumor kematian tokoh-tokoh dunia seperti Nelson Mandela, Francis Ford Coppola, dan seorang novelis Gabriel Garcia Márquez.

Hingga kini, belum diketahui siapa orang di balik akun @MiniInterRussia tersebut. Namun, sebelum akhirnya dihapus oleh Twitter, akun tersebut sempat berceloteh: “Akun ini adalah sebuah kebohongan yang dibuat oleh jurnalis Italia Tomasso De Benedetti”. Namun, tentu saja tweet terakhirnya tersebut juga dianggap sebagai sebuah hoax — kebohongan.

Ini bukan kali pertama Twitter digunakan sebagai media untuk menyebar rumor kematian pemimpin dunia. Sebelumnya, ada rumor kematian pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un yang menarik perhatian dunia. Twitter juga pernah dikecam pemerintah Kuba karena menjadi media penyebaran rumor kematian Fidel Castro. (dd)

Comment di sini