Inilah 7 Atlet Olimpiade dengan Pekerjaan Hariannya

by
August 9th, 2012 at 2:48 pm

CiriCara.com – Ternyata tidak hanya atlet Indonesia saja yang bekerja sampingan ketika sedang tidak mengikuti kejuaraan besar. Para atlet dunia yang sedang berlaga di ajang Olimpiade London 2012 pun juga memiliki berbagai pekerjaan sehari-hari untuk penghasilan tambahan.

Penghasilan hanya dari menjadi seorang atlet lempar lembing, lari, senam, dan angkat besi, tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Alhasil, beberapa atlet Olimpiade ini harus memiliki pekerjaan harian lainnya ketika tidak ada musim kejuaraan besar seperti sekarang ini.

Berikut adalah nama-nama atlet yang memiliki pekerjaan lain di samping menjadi atlet Olimpiade.

1. Natasha Perdue

BBC

Natasha adalah atlet angkat besi dari Britania Raya. Dulunya, dia sempat menggeluti dunia karate. Setelah kematian ayahnya, dia beralih menjadi atlet angkat besi. Selain itu, jika dia tidak sedang mengikuti kejuaraan besar seperti Olimpiade ini, pekerjaan sehari-harinya adalah sebagai pengumpul sampah termasuk kaleng-kaleng bekas. Dia bekerja untuk Departemen Kebersihan kota Leeds.

2. Gwen Jorgensen

USA Today

Gwen adalah atlet Triathlon asal Amerika Serikat. Menurut The Minneapolis Star Tribune, Gwen sempat mengatakan bahwa setelah Olimpiade selesai, maka dia akan kembali ke pekerjaan sehari-harinya sebagai akuntan di Ernst & Young di Milwaukee, Wisconsin, AS.

3. Lance Brooks

Seorang atlet lempar cakram asal Amerika Serikat ini memiliki pekerjaan sehari-hari di bidang konstruksi. Dia juga menjadi bartender, dan masih banyak pekerjaan lain yang pernah dilakukannya.

4. Peter Hudnut

ESPN

Peter adalah atlet polo air yang berusia 32 tahun. Selain menjadi atlet polo air, ternyata Peter menggeluti pekerjaan di bidang keuangan/finance untuk perusahaan Goldman Sachs. Dia juga sempat bekerja untuk Bank New York, CIM group, dan perusahaan dunia lainnya. Menurut pengakuan Peter yang disampaikan kepada Bloomberg, dia mendapat banyak pelajaran berharga dari bermain polo air, yang dapat dipraktekan di dunia kerja.

5. Kenki Sato

Siapa sangka kalau atlet balap kuda asal Jepang ini adalah seorang biarawan. Dia adalah penganut agama Budha yang taat. Jika tidak ada kejuaraan besar, pekerjaan sehari-harinya adalah berdoa dan meditasi. Kenki mengaku bahwa kedisiplinannya dalam beragama sangat membantunya saat mengikuti perlombaan balap kuda yang digelutinya.

6. Urige Buta

REUTERS/Scanpix/Lise Aserud

Urgie adalah atlet berkebangsaan Norwegia, padahal dia berasal dari Etiopia. Pekerjaan sehari-harinya adalah menjadi pegawai kebersihan untuk sekolah-sekolah, dan perkantoran. Jika ingin menghadapi masa pertandingan besar seperti Olimpiade ini, perusahaan tempatnya bekerja selalu memberikan cuti kepadanya sehingga Urgie punya banyak waktu untuk latihan.

7. Chas Betts

Zimbio

Pegulat asal Amerika Serikat ini baru berusia 25 tahun, tapi dia sudah sukses dalam menjadi atlet sekaligus animator. Menjalankan proyek-proyek animasi adalah pekerjaan yang digeluti saat Chas tidak sedang beraksi di arena gulat Olimpiade.

Itulah ketujuh atlet Olimpiade dengan pekerjaan sehari-harinya ketika mereka sedang tidak berlaga di arena Olimpiade. (yk)

ABC News

Comment di sini