Mengenal Kewajiban dan Arti Zakat Fitrah

by

CiriCara.com – Setelah berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadan, umat Muslim diwajibkan untuk membayar zakat Fitrah. Pembayaran Fitrah ini biasanya berupa makanan pokok (tepung, kurma, gandum, aqith, beras). Di Indonesia mayoritas zakat Fitrah berupa beras.

Besar zakat yang dikeluarkan menurut para ulama sebesar satu sha’ atau kira-kira setara dengan 3,5 liter atau 2,7 kg beras atau makanan pokok lainnya. Waktu pengeluaran zakat Fitrah dimulai dari selama Ramadan, paling lambat sebelum orang-orang selesai menunaikan Salat Ied. Jika sudah lewat dari Salat Ied, maka tidak dianggap zakat melainkan sedekah biasa.

Pada dasarnya setiap muslim diwajibkan untuk mengeluarkan zakat fitra untuk dirinya, dan keluarganya serta orang yang sudah menjadi tanggungannya baik dewasa, anak kecil, laki-laki maupun wanita. Namun, kewajiban zakat fitrah juga bisa didasarkan pada hal berikut:

- Individu yang mempunyai harta lebih (makanan lebih)
- Anak yang lahir sebelum matahari jatuh pada akhir bulan Ramadan
- Baru masuk Islam sebelum terbenam matahari pada akhir bulan ramadan dan tetap dalam Islamnya.
- Seseorang yang meninggal selepas terbenam matahari akhir Ramadan

Adapun hadist yang memerintahkan zakat fitrah adalah “Rasulullah telah mewajibkan zakat fitrah dari bulan Ramadan satu sha’ dari kurma, atau satu sha’ dari sya’iir, atas seorang hamba, seorang merdeka, laki-laki, wanita, anak kecil, dan orang dewasa kaum muslimin,” (H.R Al-Bukhori dan Muslim).

Zakat Fitrah mempunyai arti suci dan sering diartikan sebagai zakat pensucian diri umat Muslim setelah berpuasa Ramadan. Dengan membayar zakat Fitrah, seorang Muslim bisa dikatakan telah selesai melaksanakan serangkaian pensucian diri selama bulan Ramadan.

Sudahkah Anda membayar zakat Fitrah? (YG)


comments powered by Disqus