Satelit Hilang, PT Telkom Tak Merugi

by
August 9th, 2012 at 10:24 am

Jakarta (CiriCara.com) - Satelit milik PT Telkom Indonesia yang diluncurkan di Cosmodrome Baikonur gagal mengorbit dan dinyatakan hilang. Sebagian orang beranggapan insiden ini sangat memprihatinkan. Pasalnya, tak lama sebelum munculnya pemberitaan hilanya satelit PT Telkom, dunia sedang dilada euforia keberhasilan Amerika mendaratkan robot penjelajah mereka di planet Mars pada Senin (6/7). Hal tersebut tentu saja menggambarkan betapa negara kita masih tertinggal jauh dibanding Amerika.

Namun, kegagalan tersebut bukan sepenuhnya merupakan kesalahan Indonesia. Bahkan, dalam hal ini Indonesia bisa dikatakan merupakan korban karena hanya berperan sebagai pembeli. Satelit bernama Telkom-3 yang gagal mengorbit tersebut dibeli dari Rusia. Selaku penjual, Rusia bertanggung jawab atas peluncuran hingga habis masa pemakaian atau lifetime-ya.

Mantan Direktur Utama Telkom Setyanto P Santosa mengatakan, satelit yang diluncurkan menggunakan roket Proton-M tersebut baru dipastikan hilang berselang satu hari setelah gagal mengorbit. Pihak Rusia juga telah memberikan keterangan penyebab Telkom-3 gagal mengorbit. Namun, Setyanto memastikan bahwa secara finansial, PT Telkom tidak mengalami kerugian dalam bentuk apapun, semuanya telah tercakup dalam asuransi yang dipersiapkan sejak meluncur hingga mengorbit.

“Dari segi finansial tak ada kerugian, tapi dari segi oportunity, banyak yang hilang,” ujarnya seperti dikutip dari Vivanews.

Hal senada juga disampaikan oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan. Ia mengatakan PT Telkom sudah memberikan laporan kepadanya dan ia memastikan tidak ada kerugian negara dalam insiden ini. Dahlan juga menambahkan bahwa layanan Telkomsel tidak akan terganggu karena satelit yang lain masih berfungsi.

“Tidak ada pengaruh layanan, setahu saya satelit yang lama masih berfungsi,” ujar Dahlan, menteri yang selama bulan Ramadhan ini juga menjalani “puasa nge-tweet“.

Telkom-3 sendiri diluncurkan untuk beberapa tujuan di antaranya meningkatkan kualitas serta infrastruktur Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) dan untuk keperluan pemerintah seperti pertahanan dan keamanan serta mendukung operasional BUMN. (dd)

Comment di sini