Anggota Sekte Islam Rusia Ditemukan Hidup Setelah 1 Dekade di Bawah Tanah

by
August 10th, 2012 at 9:27 am

Kazan Times

Kazan (CiriCara.com) – Tersiar kabar kalau di Rusia ada sebuah sekte agama Islam yang berada di bunker bawah tanah selama hampir 10 tahun dan berhasil ditemukan dalam keadaan hidup.

Sekte ini dikenal dengan nama “Fayzarahmanist”. Nama tersebut diambil dari nama seorang mantan wakil ulama untuk Islam Sunni, yaitu Fayzrahman Satarov (83). Dia yang menyatakan dirinya sebagai nabi bagi para pengikutnya, juga menganggap bahwa rumah kediamannya sebagai sebuah negara Islam.

Menurut sebuah stasiun TV lokal, yaitu Vesti, Satarov-lah yang memerintahkan para pengikutnya untuk tinggal di dalam bunker bawah tanah yang terdiri atas 8 lantai, yang digali di bawah sebuah bangunan di daerah Kazan. Itu adalah sebuah kota yang terletak di sebelah timur Moskow.

Parahnya, 70 anggota sekte Fayzarahmanist ini menuruti ajaran tersebut dan memilih untuk tinggal di dalam bunker selama hampir 1 dekade. Dalam kurun waktu tersebut, mereka tidak pernah melihat matahari, dan merasakan siang hari.

Menurut investigasi yang dilakukan oleh para jaksa, ada 20 anak di dalam bunker itu dan yang termuda adalah bayi yang berusia 18 bulan. Sebagian besar dari anak-anak ini lahir di dalam bunker. Setelah mereka berhasil ditemukan, para anggota sekte ini langsung dilarikan ke rumah sakit untuk menjalankan pemeriksaan kesehatan.

Para jaksa yang berhasil menemukan sekte ini pada 1 Agustus lalu, mulai membuka penyelidikan terhadap kasus kriminal yang dilakukan para sekte agama. Mereka juga berencana untuk membubarkan sekte ini jika ditemukan kegiatan-kegiatan ilegal seperti penyiksaan dan penindasan yang melarang para anggota untuk mengecap pendidikan, melakukan pemeriksaan kesehatan, dll.

Munculnya banyak sekte agama yang ilegal di Rusia terjadi setelah masa vakum pada 1991, yaitu masa runtuhnya Uni Soviet dan akhirnya berubah nama menjadi Rusia seperti sekarang ini. Sekte Fayzarahmanist ini merupakan salah satu hasil dari masa vakum tersebut. (yk)

Reuters

Comment di sini