Diduga Ada Bungker Tua di Balai Kota Surakarta

by
August 10th, 2012 at 3:59 pm

Surakarta (CiriCara.com) – Di balik areal Balai Kota Surakarta diduga terdapat sebuah bungker tua peninggalan zaman penjajahan. Untuk menguak dugaan tersebut, pemerintah Kota Surakarta akan melakukan penggalian di lokasi.

Menurut Mufti Raharjo, Kepala Bidang Pelestarian Heritage Dinas Tata Ruang Kota Surakarta, dugaan ada bungker tua itu muncul berdasarkan keterangan salah satu saksi sejarah. Mufti dan tim kemudian melakukan penelitian dimulai dari arsip-arsip kuno di sejumlah perpustakaan.

Mufti menuturkan, dari hasil penelitian timnya telah berhasil menemukan lokasi bungker tua tersebut. Kuat dugaan bungker tua tersebut terkubur di areal Balai Kota Surakarta. “Kami juga berhasil mendapatkan petanya,” katanya Rabu (8/8/2012).

Setelah menemukan peta dan lokasi bungker, Mufti mengaku telah melakukan koordinasi dengan Balai Arkeologi dan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah. Mereka akhirnya memutuskan untuk segera melakukan penggalian.

Menurut Mufti, penggalian bungker tua ini akan sangat bermanfaat untuk mempelajari sejarah. Termasuk juga mengenai fungsi bungker tersebut selama masa penjajahan. Mufti menduga bahwa bungker yang diduga ada di areal Balai Kota Surakarta itu saling berkaitan dengan bungker lain yang telah ditemukan.

“Di Kampung Laweyan juga ada beberapa rumah yang memiliki bungker,” kata Mufti.

Heri Priyatmoko, salah satu pegiat Komunitas Solo Tempo Doeloe, menilai dugaan ada bungker yang tertimbun di Balai Kota Surakarta sangat masuk akal. Menurut Heri, lokasi balai kota itu dulunya sering digunakan sebagai kantor residen. Jadi, tidak heran ada bungker yang digunakan untuk berlindung jika terjadi peperangan.

Heri memperkirakan bungker itu dibuat sekitar 1928, pada masa pemerintahan Diponegoro. Dimana pada masa itu Pemerintah Hindia Belanda tengah melakukan pengamanan ekstra ketat khususnya di Kantor Residen yang lokasinya sekarang menjadi Balai Kota Surakarta.

Meski begitu, Heri menilai bungker tersebut tidak mungkin terhubung dengan bungker temuan di lokasi lain. Pasalnya, di dekat area balai kota terdapat banyak sungai yang memisahkan daratan satu dengan yang lain. Jadi, bungker tidak mungkin terhubung karena terputus oleh sungai.

Saat ini Pemerintah Kota Surakarta dan tim BP3 Jawa Tengah sedang melakukan penggalian. Lokasi yang diduga pintu bungker masih tertutup gundukan tanah. (YG)

Comment di sini