Inilah Kriteria Masjid yang Boleh Untuk Iktikaf

by
August 10th, 2012 at 3:11 pm

CiriCara.com – Umat Islam dianjurkan untuk melakukan iktikaf di dalam masjid agar bisa mendapatkan malam seribu bulan atau lailatul qadar. Seperti yang diajarkan Nabi SAW, untuk mendapatkan lailatul qadar kita harus beriktikaf di masjid pada 10 hari terakhir Ramadan.

Menurut ajaran agama Islam, iktikaf (I’tikaf, itikaf, iqtikaf, itiqaf) adalah berdiam diri di dalam masjid dalam rangka untuk mencari keridhaan Allah SWT dan bermuhasabah (introspeksi) diri atas segala perbuatan-perbuatan yang pernah dilakukan.

Lalu, apakah semua masjid boleh digunakan untuk beriktikaf?

Menurut Sayyid Sabiq dalam Fikih Sunnah mengungkapkan terdapat perbedaan pendapat dalam penentuan kriteria masjid yang bisa digunakan untuk iktikaf. Apalagi, Nabi Muhammad SAW tidak pernah menggolongkan mana masjid yang boleh dan tidak boleh untuk beriktikaf.

Ada empat ulama, Abu Hanifah, Ahmad, Ishaq, dan Abu Tsaur yang berpendapat bahwa semua masjid yang digunakan untuk shalat berjamaah boleh untuk beriktikaf. Hadist, Nabi SAW bersabda, “Setiap masjid yang mempunyai muazin dan imam, maka iktikaf di dalamnya diperbolehkan,” (HR. Daraquthni).

Sementara, Imam Malik, Syafi’i, dan Daud punya pendapat yang lebih bebas yakni, semua masjid sah digunakan untuk beriktikaf. Mereka mengklaim bahwa tidak ada hadist ataupun keterangan yang sahih (kuat) mengenai kriteria masjid untuk beriktikaf. Jadi, semua masjid boleh digunakan untuk beriktikaf.

“Menurut pengikut Mazhab Syafi’i, iktikaf di masjid-masjid yang dipergunakan untuk melakukan salat jamaah lebih utama,” ujar Sayyid Sabiq seperti dikutip dalam bukunya Fikih Sunnah.

Namun, beriktikaf hanya boleh dilakukan di daerah yang masuk sebagai bagian masjid. Untuk pekarangan masjid, ada yang menyatakan bahwa termasuk bagian masjid dan ada yang menyatakan tidak. Jadi, usahakan untuk beriktikaf di dalam masjid bukan di pekarangan masjid.

Kesimpulannya adalah semua masjid baik besar, kecil, sedang, atau mewah sah digunakan untuk beriktikaf selama melakukannya di dalam masjid. Jangan beriktikaf di emperan atau halaman masjid karena bisa mengurangi kekhusyuan iktikaf.

Mengenai waktu iktikaf, Anda bisa melakukannya di waktu siang hari dan juga malam hari. Tapi, khusus untuk memperoleh lailatul qadar di bulan Ramadan, beriktikaflah diwaktu malam hari. Iktikaf hukumnya sunnah jadi boleh dilaksanakan dan boleh tidak.

Yang terpenting, saat beriktikaf Anda harus bisa merenungi segala dosa yang pernah diperbuat dan minta ampunlah kepada Allah SWT. Iktikaf akan sia-sia jika Anda menghabiskannya dengan mengobrol ataupun tidur. (YG)

Comment di sini