Kasus Ceramah SARA Rhoma Irama Terbukti Pidana

by
August 10th, 2012 at 4:56 pm

Tribun

Jakarta (CiriCara.com)Panwaslu DKI Jakarta merekonstruksi khutbah Rhoma Irama. Raja Dangdut ini telah dianggap melanggar UU Nomor 32 tahun 2004 Pemda. Ceramahnya yang dianggap mengandung isu SARA berbuntut panjang.

M. Jufri, anggota panitia pengawas Pemilu DKI Jakarta pada tanggal 9 Agustus kemarin mengatakan bahwa proses rekonstruksi ulang ini akan segera rampung pada hari Selasa depan. Kasus ini akan dilanjutkan ke proses penyelidikan. Ini berarti Bang Haji telah terbukti melanggar peraturan kampanye dengan menggunakan isu agama dan ras untuk menyerang cagub dan cawagub Jokowi-Ahok.

M. Jufri kembali menegaskan bahwa bukti dan saksi untuk menjerat Rhoma sudah cukup. Ia juga mengatakan bahwa hasil rekonstruksi akan lebih cepat bila saksi dan bukti telah mencukupi. Hasil ini juga akan menentukan hasil kajian Panwaslu yang akan diputuskan melalui rapat pleno. Ia juga mengatakan bahwa keterangannya ini belum tentu disetujui oleh ketua dan anggota yang lain.

Kasus ini bermula dari ceramah Rhoma Irama di Masjid al-Isra yang berlokasi di Tanjung Duren, Jakarta Barat tanggal 29 Juli 2012 lalu. Saat itu ceramah ini juga dihadiri oleh cagub incumbent, Fauzi Bowo. Bukti yang memberatkan Rhoma Irama adalah sebuah video selama 7 menit. Dalam video itu diketahui bahwa Rhoma mengajak para hadirin untuk tidak memilih pasangan Jokowi dan Ahok alasannya adalah ras serta agama yang dianut Ahok, selain itu ia juga mempermasalahkan agama orang tua Jokowi.

Undang-Undang Pemerintahan Daerah menyebutkan bahwa menggunakan isu SARA untuk menjatuhkan calon lain adalah tindakan pidana. Ancaman hukuman bagi yang melanggar adalah kurungan selama 18 bulan.

Boy Sadikin yang menjabat sebagai Ketua Tim Kampanye dan Pemenangan Jokowi dan Ahok menyambut positif kabar bahwa kasus Rhoma dilanjutkan ke ranah penyelidikan oleh Polisi. Ia juga berharap agar pelanggar diberi sanksi yang membuat jera agar tidak ada lagi kejadian seperti ini.

Salah satu anggota tim sukses Jokowi-Ahok juga mengungkapkan kemungkinan adanya tuntutan tersendiri pada Rhoma. Menurut Denny Iskandar, isi ceramah Rhoma menyebut bahwa ibu Jokowi adalah non-muslim jelas merupakan fitnah. Walaupun ibu Jokowi sudah memaafkan namun hal itu terlanjur terjadi, Rhoma sendiri juga telah menegaskan bahwa ia tidak mau meminta maaf. Ia bisa saja menuntut pidana.

Hingga saat ini Rhoma belum memberikan komentarnya mengenai perkembangan kasus yang ia hadapi. Salah satu putranya, Ridho Rhoma juga tidak tahu menahu mengenai reaksi sang ayah atas kabar ini. Ia mengatakan pada pewarta untuk menanyakan perihal ini pada ayahnya sendiri. Akibat kasus ini kabarnya Rhoma dicekal stasiun TV. (GT)

Comment di sini