Kegigihan Gadis 12 Tahun Menghadapi Penyakit Kankernya [Video]

by
August 10th, 2012 at 10:22 am

CiriCara.com – Semua orang di seluruh dunia setuju bahwa kanker adalah penyakit mematikan di dunia setelah penyakit jantung. Dewasa ini, jenis penyakit kanker semakin bertambah. Hampir semua bagian tubuh manusia dapat menjadi indung bagi sel kanker untuk terus berkembang.

Dari sekian banyak penderita penyakit kanker yang ada, Talia Joy Castellano-lah salah seorang yang dapat dijadikan teladan untuk tetap semangat menjalani sisa hidup bagi para pengidap kanker.

Talia adalah gadis kecil yang akan berusia 13 tahun pada 18 Agustus nanti. Pada 2007 lalu, dia divonis mengidap Neuroblastoma, jenis kanker yang sangat ganas yang menyerang sel-sel saraf pada tubuhnya. Untuk mengatasi kanker ini, dia sudah menjalankan serangkaian kemoterapi dan transplantasi sel induk.

Akibatnya, kini Talia menjadi botak. Namun, hal itu tidak membuatnya kecil hati. Dia lebih memilih menggunakan make up pada wajahnya daripada menggunakan wig untuk menutupi kepalanya yang plontos.

Hal itu membuat Talia jadi tertarik pada dunia tata rias, dan dia memutuskan untuk membantu orang-orang dalam berdandan. Talia membuat video-video panduan untuk berdandan yang benar. Hingga saat ini, Talia sudah mengunggah sekitar 150 video. Talia berhasil menjadikan botak itu sebagai suatu keindahan karena dia tahu bagaimana caranya untuk menjadi botak namun cantik.

Akan tetapi, pada Selasa (7/8/12), Talia membuat sebuah video yang diberi judul “idk what to say” (Saya tidak tahu apa yang harus dikatakan). Pada video tersebut Talia mengungkapkan sebuah kabar yang sangat menyedihkan. Dirinya didiagnosa mengidap bentuk kedua dari kanker, yaitu Preleukimia yang menyerang sumsum tulang. Penyakit ini mungkin tidak dapat disembuhkan lagi.

Dalam video tersebut, Talia terlihat begitu tegar ketika menyampaikan berita ini. Tidak ada yang menyangka kalau remaja perempuan ini harus menentukan pilhan sulit.

Talia harus memilih apakah dia akan melakukan transplantasi sumsum tulang atau memilih menjalani sisa hidupnya tanpa operasi transplantasi lagi.

Kedua pilihan tersebut sama-sama beresiko bagi dirinya. Jika dia menjalani tranplantasi sumsum tulang, maka masa pemulihan setelahnya akan sangat menyiksa karena mungkin saja daya tahan tubuhnya akan menurun. Namun, jika tidak melakukan operasi transplantasi itu, sisa hidupnya tinggal beberapa bulan atau 1 tahun lagi.

Berikut ini adalah video “idk what to say” yang dibuat oleh Talia sendiri

Talia yang malang harus bergelut dengan penyakit yang mematikan. Meski dia melakukan serangkaian pengobatan, tapi hal itu tetap menyakitkan bagi tubuhnya. Meski demikian, dia tetap memilih untuk melakukan hal yang bermanfaat selama sisa hidupnya, yaitu dengan membantu banyak orang untuk berdandan melalui video yang secara rutin diunggahnya. (yk)

Shine/Yahoo

Comment di sini