Telkom-3 Ditemukan Melayang Setinggi 5.000 Km

by
August 10th, 2012 at 10:09 am

Jakarta (CiriCara.com) - Satelit milik PT Telkom Indonesia yang dinyatakan hilang setelah gagal mengorbit telah ditemukan. Satelit bernama Telkom-3 yang bernilai Rp 1.8 triliun itu dilaporkan tengah melayang di ketinggian lebih dari 5 ribu kilometer. Kepastian ditemukannya Telkom-3 didapat PT Telkom setelah mendapat keterangan resmi dari ISS Reshetnev, pihak yang bertanggung jawab atas peluncuran Telkom-3, Kamis (9/8). Di tempat lain, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) memprediksi satelit tersebut akan jatuh ke Bumi 16 tahun yang akan datang.

ISS Reshetnev juga telah memastikan bahwa Telkom-3 tidak dapat dipergunakan lagi. Sehubungan dengan hal tersebut, PT Telkom mengaku telah mengambil langkah guna menghadapi kemungkinan-kemungkinan demi menjamin kelancaran pelayanan dan telekomunikasi pelanggan. Head of Corporate Communication dan Affair PT Telkom Slamet Riyadi mengatakan kepada Jawa Pos bahwa layanan Telkom tidak akan terganggu karena mereka memiliki dua satelit yang masih bekerja, merek juga telah menyewa transponder dari operator satelit lain.

Belum ada kepastian berapa jumlah transponder yang akan disewa. Namun, Slamet mengaku telah bekerja sama dengan beberapa operator satelit asing yang telah bersiap jika sewaktu-waktu mereka meminta tambahan transponder. Harga sewa masing-masing transponder sendiri cukup besar yakni $1 juta atau sekitar Rp 9.4 miliar per tahun. Dana tersebut harus dikeluarkan PT Telkom untuk menjamin layanan mereka selagi menunggu proses pembuatan satelit baru pengganti Telkom-3 yang memakan waktu paling sedikit dua tahun. Namun mereka belum menentukan apakah akan membeli dari produsen lain atau tetap membeli dari Rusia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Telkom-3 diluncurkan di Cosmodrome Baikonur, Kazakhstan dan gagal mengorbit setelah roket pengorbit Breeze-M mengalami anomali. Ketika satelit tersebut dinyatakan hilang, PT Telkom memberi pernyataan bahwa mereka tidak menglami kerugian finansial karena telah dilindungi asuransi dengan premi Rp 200 – 300 miliar. (dd)

Comment di sini