Wah, Pendeta Malaysia Menikahi Sesama Jenis

by
August 10th, 2012 at 11:17 am

Jakarta (CiriCara.com) - Ngeo Boon Lin, seorang pendeta asal Malaysia, menikahi pasangan sesama jenisnya yang berkebangsaan Amerika di New York tahun lalu. Ia kembali ke kampung halamannya dan menggelar jamuan di Kuala Lumpur, Sabtu, 4 Agustus 2012. Dalam acara yang digelar tertutup tersebut, mereka menjalani upacara pernikahan tradisional Cina.

Tindakan tersebut tentu saja memancing amarah pemerintah serta tokoh agama di Malaysia. Pasalnya, percintaan sesama jenis memang merupakan hal yang tabu di negara yang bisa menghukum tindakan sodomi hingga 20 tahun penjara tersebut. Sebuah badan keagamaan juga telah membuat fatwa yang mengharamkan hubungan lesbian.

Namun, Ngeo Boon Lin tetap berkeras untuk menyelenggarakan pesta pernikahan kendati ia menuai kecaman dari tokoh agama Kristen, Islam, serta tokoh-tokoh politik konservatif. Bahkan, Menteri Urusan Islam Malaysia Jamil Khir Baharom mengatakan bahwa pernikahan sesama jenis merupakan tindakan ekstreme yang berpotensi menimbulkan masalah sosial.

Ngeo memang cukup dikenal sebagai “pejuang” di kalangan homo. Ia telah menulis beberapa buku mengenai isu-isu seputar homoseksual. Dalam surat elektroniknya kepada AFP ia mengatakan bahwa ia ingin memberi inspirasi untuk menjadi jujur dan membela kaumnya.

“Jawabannya sederhana, kita tidak boleh mengancam satu sama lain dan saya harus menunjukkan bahwa orang tidak suka diancam,” ungkapnya kepada AFP. Ngeo mengirimkan surat tersebut ke AFP dari Vietnam ketika sedang menjalani bulan madu. Pria berusia 42 tahun tersebut juga berencana untuk singgah di Malaysia sebelum kembali ke New York.

Ia memang rutin mengunjungi Malaysia dan Asia untuk berkampanye mendukung pernikahan sesama jenis. Ia juga pernah dikecam dan mendapat ancaman ketika secara terang-terangan membuka gereja bagi kaum homo. Namun, masih melalui email kepada AFP, ia menambahkan bahwa kaum homo tidak boleh menjadi takut dan bungkam.

“Kita seharusnya jangan berpikir pendek dan takut dengan reaksi kemarahan… kita tidak boleh menyerah pada ketakutan!” ujarnya. (dd)

AFP

Comment di sini