Iklan Testimoni TCM Dinilai Lecehkan Dokter

by
August 13th, 2012 at 2:10 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Belakangan ini sejumlah televisi mulai marak menyiarkan iklan mengenai pengobatan traditional chinese medicine (TCM). Iklan tersebut berisi tentang testimoni pasien yang pernah berobat. Tapi banyak yang menilai iklan tersebut terlalu berlebihan.

Iklan yang paling banyak muncul adalah iklan Klinik Tong Fang. Dimana si pasien dalam iklan mengaku langsung sembuh setelah berobat satu kali ke klinik tersebut. Karena dinilai tidak realistis, banyak yang menggunakan iklan Klinik Tong Fang sebagai lawakan.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dr Prijo Sidipratomo Sp Rad menilai, iklan testimoni TCM telah melecehkan profesi dokter. “Terus terang saja, iklan testimoni itu sangat melecehkan kemampuan dokter,” katanya.

Menurut Prijo, tidak ada dokter yang langsung berhasil mengobati pasiennya dalam waktu singkat yakni 1 atau 2 kali pemeriksaan. Jelas hal itu mustahil, apalagi penyakit yang diderita adalah penyakit kronis.

Prijo menjelaskan, untuk penyakit kronis seperti diabetes, pasien tidak akan sembuh dengan berobat hanya 4 atau 5 kali dan minum obat tertentu. Pasalnya, penderita diabetes harus rajin mengontrol gula darahnya secara rutin serta mengubah pola makannya.

Prijo menilai, pengobatan instan yang ditawarkan klinik-klinik TCM, tidak bisa menyembuhkan penyakit kronis seperti, diabetes, gagal ginjal, dan kencing manis. Karena penyakit kronis tersebut harus mendapatkan pengobatan rutin dan teratur.

Prijo mengaku bingung dengan pasien yang mudah percaya dengan iklan TCM. Menurutnya, para pasien mau memberikan uang puluhan juta ke TCM tanpa jaminan sembuh. Padahal belum tentu mereka akan sembuh. “Beda kalau sama dokter. Dokter menarik biaya jasa Rp 200 ribu sudah teriak mahal, tetapi untuk Rp 25 juta (untuk TCM) mereka diam saja,” keluh Prijo.

Menurut Prijo, pemerintah Indonesia terlalu lamban dalam menjamin kesehatan untuk masyarakat. Padahal hal ini menyebabkan masyarakat lebih percaya dengan pengobatan instan yang belum terjamin hasilnya.

Di Indonesia, lanjut Prijo, biaya berobat ditanggung oleh keluarga pasien. Tapi di negara lain tidak, karena pemerintahnya sudah mengasuransikan semua warganya. Jadi, pasien tidak perlu takut berobat ke dokter dengan alasan harga mahal. Itulah sebabnya, orang luar negeri lebih percaya kepada dokter dari pada tabib karena biayanya sudah ditanggung pemerintah. (YG)

Comment di sini