Kasus Ceramah SARA Distop Panwaslu, Rhoma Bersyukur

by
August 13th, 2012 at 8:46 am

Viva

Jakarta (CiriCara.com) – Kesimpulan Panitia Pengawal Pemilu DKI Jakarta telah memutuskan untuk tidak memperpanjang kasus ceramah berbau SARA ke pihak berwajib.

Karena hal ini pula Rhoma akhirnya mengucapkan rasa syukurnya, dikutip dari Tempo.co, “Alhamdulillah, saya bersyukur. Ini berarti klarifikasi saya ke panwaslu Jakarta dapat diterima dan apa yang saya ucapkan tidak melanggar Undang-Undang Pemilu serta tidak mengusung SARA.” Itulah pernyataan Rhoma setelah ia mendengar kabar penghentian kasusnya.

Ia juga berkata bahwa apa yang disimpulkan oleh Panitia Pengawas Pemilu DKI Jakarta itu sesuai dengan apa yang terjadi saat itu. Ia juga menambahkan bahwa tausiyah yang ia lakukan itu bukanlah sebuah dakwah yang berusaha untuk menyudutkan salah satu pasangan calon gubernur DKI Jakarta.

Rhoma pun melanjutkan bahwa apa yang ia lakukan saat itu hanyalah memberikan informasi serta transparansi pada masyarakat umum. Ia juga menjelaskan bahwa ceramah yang ia lakukan itu dilakukan utnuk mengkritisi identitas pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta.

Rhoma memberikan penjelasan saat memberikan tausiyah mengenai asal usul agama dan etnis para calon gubernur. Ia juga menggambarkan mengenai Fauzi Bowo dan Nachrowi yang memeluk agama Islam serta Jokowi yang juga beragama Islam dengan pasangannya Ahok yang memeluk agama Kristen dan berasal dari etnis Tionghoa.

Bang Haji panggilan akrab Rhoma Irama juga mengaku bahwa dirinya tidak pernah memiliki keinginan unutk membuat isu SARA dalam ceramah yang ia buat. Ia hanya memberikan penjelasan pada masyarakat untuk bijak dalam memilih calon gubernur di Pemilukada putaran kedua yang sebentar lagi akan digelar.

Panwaslu DKI Jakarta menyinpulkan bahwa Rhoma tidak memenuhi unsur pelanggaran yang ada dalam Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 mengenai Pemerintahan Daerah. Ia dinyatakan bebas dari pasal 116 ayat 1 mengenai kampanye diluar jadwal dan pasal 118 ayat dua mengenai penghinaan pada pasangan kandidat serta pasal 116 ayat 3 yang mengatur mengenai kampanye yang dilakukan di tempat beribadah.
(GT)

Comment di sini