Tips Mengonsumsi Obat Agar Tetap Aman

by
August 13th, 2012 at 11:26 am

CiriCara.com – Ketika menderita penyakit, tidak semua orang akan langsung pergi ke dokter. Terkadang, ada orang yang “nakal” untuk mengobati penyakitnya dengan meminum obat yang tak sesuai anjuran dokter. Padahal obat yang diminum itu belum tentu sesuai dengan kondisi dan kekebalan tubuhnya.

Beberapa penyakit yang biasanya disembuhkan dengan “obat warung” antara lain flu, sakit kepala, diare, dan lain sebagainya. Bila mengalami sakit tersebut, biasanya orang hanya membeli obat tersebut di toko obat dan tanpa menggunakan resep dokter.

Alasan mereka tidak berobat dikarenakan banyaknya obat-obat yang beredar di pasaran, hemat waktu, biaya, dan mengurangi biaya konsultasi dengan dokter.

Bagi Anda yang terbiasa mengobati penyakit ringan dan tidak memilih untuk berobat, sebaiknya Anda perlu mengetahui hal-hal berikut ini:

1. Jangan mengobati sakit flu, batuk, pilek dengan antibiotika

Prof. DR. dr, Rianto Setiabudy SpFk dari Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengatakan bahwa tidak ada virus yang dapat diobati dengan antibiotika. Sarannya, lebih baik Anda pergi berobat ke dokter.

2. Jangan mengonsumsi vitamin secara berlebihan

Orang yang mengonsumsi lebih dari satu vitamin perharinya, lebih besar risikonya menderita kanker prostat. Fakta ini dibuktikan oleh hasil penelitian The National Cancer Institute di Amerika Serikat.

3. Jangan menyisihkan obat 

Biasanya orang sakit diberi obat oleh dokter dalam jangka waktu satu minggu harus dihabiskan. Namun, terkadang orang itu merasa sudah pulih dan tidak melanjutkan untuk meminumnya. Perlu diingat, apabila Anda tidak mengikuti saran dokter untuk menghabiskan obat itu, biasanya penyakit akan timbul lagi di kemudian hari.

Dan ingat, jangan mengonsumsi obat yang masih tersisa. Obat itu hanya boleh dikonsumsi sesuai anjuran dokter, tidak boleh mengonsumsi obat yang tersisa walaupun penyakitnya sama. Alasannya karena kondisi tubuh kita dapat berubah dengan cepat.

4. Jangan memberikan obat dokter kepada orang lain

Perlu diingat bahwa obat untuk kita belum tentu cocok untuk orang lain. Contohnya, ketika Anda sakit dan diberi obat oleh dokter, tiga hari kemudian Anda pulih. Setelah itu,adik atau anak Anda mengalami sakit yang sama dengan yang diderita Anda sebelumnya. Lalu, Anda memberikan obat Anda kepadanya.

Hal seperti itu tidak dianjurkan oleh dokter. Mengapa? Karena kekebalan tubuh setiap orang berbeda-beda oleh sebab itu perlu dosis obat yang berbeda pula.

5. Jangan membeli obat keras tanpa resep dokter

Di Indonesia, sangat mudah untuk mendapatkan obat yang seharusnya menggunakan resep dokter. Bagaimana orang-orang Indonesia mau hidup sehat, sedangkan sistemnya saja masih seperti itu. Perlu diketahui bahwa manfaat resep dokter adalah untuk memastikan cocok atau tidaknya Anda mengonsumsi obat itu.

Sebenarnya, mengobati diri sendiri boleh-boleh saja asalkan harus tetap dilakukan dengan baik dan benar. Gunakanlah sesuai aturan yang ditentukan oleh obat itu sendiri. Namun, apabila Anda menderita penyakit yang cukup membahayakan seperti, kanker, diabetes, jantung dan penyakit berbahaya lainnya. Alangkah baiknya Anda harus berobat dan mengikuti saran yang dianjurkan oleh dokter. (NR)

Comment di sini