Waspada! Mari Kenali Ciri-ciri Ayam Tiren

by
August 13th, 2012 at 3:29 pm

CiriCara.com – Memasuki bulan Ramadan, berbagai kebutuhan barang pokok di pasar harganya melonjak naik seperti, harga telur, beras, daging, ayam dan kebutuhan lainnya. Melihat kondisi ini tentunya para penjualpun memanfaatkan keadaan. Namun, cara-cara yang digunakan cenderung hanya mementingkan pihak penjual saja.

Contohnya saja daging. Permintaan daging akan terus melonjak hingga memasuki Lebaran nanti. Terkadang lonjakan permintaan itu dimanfaatkan penjual untuk mendapat keuntungan dengan menjual daging yang tidak patut untuk dikonsumsi. Daging sapi yang dijual itu adalah daging gelonggongan atau daging yang mulai membusuk.

Tidak hanya daging yang dimanfaatkan penjual, begitu pula dengan ayam. Ayam yang terkadang dijual adalah ayam tiren. Ayam tiren disebut juga ayam bangkai. Maksudnya adalah sebelum ayam dijual di pasaran, ayam ini sudah mati dengan sendirinya dan menjadi bangkai. Ayam ini akan menimbulkan penyakit bila dikonsumsi masyarakat.

Melihat hal itu, tentunya konsumen sangat dirugikan. Para penjual tidak memikirkan kesehatan bagi yang mengosumsinya. Mereka hanya mementingkan keuntungan sepihak saja.

Untuk Anda yang berencana mengonsumsi ayam di hari Lebaran, sebelum membeli sebaiknya Anda harus cermat memperhatikan ayam yang dijual. Jangan sampai Anda tertipu dan mendapatkan ayam tiren. Berikut ciri-ciri ayam tiren:

1. Ayam berwarna kepucatan

2. Aroma ayam amis

3. Terdapat bercak darah pada bagian kepala atau leher ayam

4. Harga ayam murah

Keempat ciri di atas harus diperhatikan ketika Anda ingin membeli ayam. Ayam yang layak konsumsi biasanya masih berwarna putih bersih, tidak berbau, dan masih terlihat segar. Jangan sampai Anda tergiur dengan harga ayam yang murah karena taruhannya adalah kesehatan Anda.

Daging ayam tiren biasanya mengandung bakteri salmonella yang bisa mengakibatkan penyakit tipus. Kadar bahaya yang terkandung dalam ayam tiren tergantung pada lama jarak kematian ayam dengan masa konsumsi. Semakin lama ayam tiren dibiarkan sebelum dikonsumsi, maka tingkat bahayanya semakin tinggi. (NR)

Comment di sini