Waspada Pembiusan dan Kejahatan Geser Tas Saat Mudik

by
August 13th, 2012 at 9:49 am

Jakarta (CiriCara.com) – Kesenangan karena bisa pulang ke kampung halaman sering membuat para pemudik lengah dalam hal keamanan. Padahal pelaku pembiusan dan kejahatan geser tas di terminal bus sudah mulai mengintai pemudik.

Kepala Unit Kesatuan Lengkap Terminal Kampung Rambutan Kepolisian Sektor Ciracas Ajun Komisaris Anuri mengimbau pemudik untuk waspada. Pasalnya beberapa kejahatan dengan modus lama, seperti pembiusan dan geser tas sering terjadi saat musim mudik tiba terutama saat puncak mudik.

Anuri menjelaskan bahwa pembiusan sering terjadi di dalam bus. Karenanya, ia mengimbau agar pemudik tidak mudah melayani orang yang tidak dikenal. “Pelaku seolah-olah akrab, mengajak ngobrol, dan memberi minum (bius),” katanya.

Sementara untuk pelaku penggeseran tas biasanya beraksi di tempat duduk menunggu bus. Pelaku mengincar pemudik yang lengah dalam menjaga barang bawaannya. “Mereka menunggu saat korban lengah dan tidak ada petugas,” ujar Anuri, di Terminal Kampung Rambutan, seperti dikutip Tempo.

Meski modus lama, Anuri menilai kejahatan seperti itu masih bisa terjadi saat musim mudik tahun ini. Resiko akan semakin meningkat, seiring dengan pertambahan jumlah pemudik menjelang lebaran tiba.

Untuk mencegahnya, Anuri mengaku sudah menyiagakan polisi patroli yang akan terus memantau penumpang di sekitar terminal. Selain itu, petugas juga akan terus mengingatkan pemudik untuk terus waspada melalui pengeras suara.

Anuri mengatakan bahwa pihaknya akan menempatkan beberapa personil di area yang strategis. Di antaranya adalah area tunggu bus, area kedatangan penumpang atau keluar-masuk penumpang, dan area tersembunyi seperti dibawah pohon atau di belakang bus.

Untuk meningkatkan pengawasan, Anuri mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk mengaktifkan CCTV di berbagai sudut terminal yang dianggap rawan. Setidaknya, 786 personel kepolisian dan Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sudah bersiaga di Terminal Kampung Rambutan untuk pengamanan musim mudik 2012.

Anuri mengatakan bahwa sampai H-7 Lebaran, belum ada laporan kejahatan di terminal Kampung Rambutan. Menurutnya, itu karena jumlah penumpang belum mengalami kenaikan yang berarti dibanding tahun lalu.

Pada 10 Agustus 2012 lalu, tercatat sebanyak 500 bus berangkat dari terminal Kampung Rambutan, bus tersebut memuat 4.048 penumpang. Sementara pada 11 Agustus 2012, ada 553 bus yang berangkat dan memuat 6.558 penumpang. Jumlah ini masih terbilang wajar dan belum mengalami peningkatan yang signifikan.

Menurut Anuri, kerawanan akan meningkat saat puncak arus mudik pada H-4 dan H-3 Lebaran. Di mana pada waktu ini terminal akan mulai dipadati banyak pemudik yang ingin pulang ke kampung halamannya. (YG)

Comment di sini